Tujuh Pertanyaan Terpenting dalam Trading.
Banyak pemula bertanya, "Apa hal terpenting dalam trading?" Dalam trading Forex, hampir semuanya penting; tidak ada detail sepele. Namun,
ada beberapa aspek yang patut mendapat perhatian khusus.
Ini berkaitan dengan trading itu sendiri dan beberapa langkah persiapan. Mengetahuinya akan membantu menghindari banyak kesalahan yang umum dilakukan oleh trader pemula.
1. Leverage: semakin tinggi leverage, semakin tinggi risiko trading. Lebih spesifiknya, semakin besar selisih antara deposit Anda dan saldo akun Anda, semakin besar risiko kehilangan deposit tersebut. Saat memulai, leverage ini sebaiknya tidak melebihi 1:50, kecuali Anda menggunakan strategi yang sangat berisiko seperti scalping.
2. Menetapkan stop loss - Order stop loss dan trailing stop tidak hanya wajib tetapi juga ditetapkan secara bersamaan dengan setiap posisi baru yang dibuka.
3. Stop loss mungkin tidak terpicu - ya, ini mungkin terjadi ketika terjadi gap harga; broker mana pun akan menyatakan bahwa perdagangan ditutup pada harga pertama yang tersedia. Kegagalan untuk terpicu dapat mengakibatkan kerugian total atau kerugian yang tidak direncanakan; gap harga paling sering terjadi pada akhir pekan atau hari libur.
4. Berdagang dengan expert advisor - tidak ada robot yang 100% menguntungkan; salah satu dari mereka dapat mengalami malfungsi dan membuat Anda kehilangan deposit.
5. Hindari pembekuan akun - saat membuka akun dengan broker forex mana pun, periksa strategi mana yang diizinkan dan mana yang dilarang; pembekuan akun di forex bukanlah hal yang jarang terjadi.
6. Jangan pernah mempertaruhkan semuanya – akun broker Anda hanya boleh memiliki jumlah yang dibutuhkan untuk mendukung perdagangan Anda dan tidak lebih. Jangan berinvestasi berlebihan; selalu sisihkan cadangan.
7. Waspadai broker baru – pilih hanya perusahaan broker forex besar dan mapan untuk berdagang.
Dengan mengikuti tips ini secara konsisten, Anda akan dijamin tidak akan kehilangan uang dan bahkan akan meningkatkan modal Anda seiring waktu.

