Melakukan piping di Forex tanpa kesalahan. Bagaimana cara menghindari kehilangan deposit Anda?

Pipsing telah menjadi salah satu strategi paling populer di kalangan trader dengan berbagai tingkat pengalaman trading selama beberapa dekade.

Mereka melakukan praktik calo di Rusia, mereka melakukan praktik calo di Eropa, dan mereka juga melakukan praktik calo di negara-negara Afrika. Minat yang sangat besar ini hanya didorong oleh satu alasan.

Strategi perdagangan ini (TS) memungkinkan Anda mewujudkan keinginan yang dibawa sebagian besar pedagang ke pasar – untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat dan banyak.

Memang, scalping dalam waktu seminggu dapat menghasilkan keuntungan hingga beberapa ratus, atau bahkan ribuan persen dari dana yang diinvestasikan.

 Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan – dengan jenis perdagangan ini, risiko kehilangan deposit Anda adalah 100%.

Bagaimana cara menghindari kehilangan deposit dan keuntungan dari scalping di Forex? Kita akan membahasnya dalam artikel ini. Materi ini akan bermanfaat bagi mereka yang baru mengenal pasar dan mempertimbangkan strategi trading ini sebagai prioritas.

Dengan dukungan ahli dari broker internasional NPBFX (NEFTEPROMBANKFX), kami telah mengidentifikasi kesalahan utama yang menyebabkan kehilangan deposit saat melakukan scalping.

  • Broker yang dipilih untuk trading salah.
  • Kurangnya strategi yang efektif saat membuka perdagangan.
  • Mengabaikan manajemen risiko.

Di bawah ini, kita akan membahas setiap poin secara detail, serta memberikan contoh spesifik menggunakan layanan dan kemampuan broker NPBFX.

#1: Memilih broker yang salah untuk trading

Banyak trader pemula bahkan tidak menyadari bahwa hasil scalping mereka dapat bergantung langsung pada broker mereka. Perusahaan tempat mereka berencana membuka akun tidak dipilih berdasarkan kriteria yang diperlukan untuk scalping. Trader terpikat oleh promosi menarik, bonus, dan fasilitas lainnya, hanya untuk kemudian menemukan bahwa scalping dibatasi atau dilarang oleh perusahaan tersebut. Mari kita lihat parameter yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih broker untuk scalping.

  1. Tidak ada batasan perdagangan. Sayangnya, tidak semua pedagang membaca dengan saksama syarat dan ketentuan layanan broker. Beberapa peraturan perusahaan mungkin berisi batasan pada keuntungan minimum dalam pip per perdagangan, serta pada jangka waktu perdagangan.

Sebagai contoh, keuntungan Anda minimal harus 3 pip, dan waktu dari pembukaan hingga penutupan perdagangan minimal harus 3 menit. Dengan kondisi ini, Anda pasti tidak akan bisa melakukan scalping.

  1. Spread minimal. Spread memainkan peran kunci dalam strategi jangka pendek seperti scalping. Ketika tujuan Anda hanya untuk mendapatkan keuntungan 2-3 pip dalam beberapa detik, spread 3, 5, atau lebih pip dapat sangat memengaruhi rencana Anda.

Untuk mendapatkan keuntungan, Anda perlu menunggu hingga harga instrumen perdagangan menutup spread, dan kemudian mendapatkan 2-3 pip keuntungan. Ini bisa memakan waktu beberapa menit, yang tidak dapat diterima untuk scalping. Semakin lama perdagangan tetap terbuka, semakin tinggi risiko perubahan situasi pasar. Tujuan trader adalah memasuki pasar dengan cepat, mengambil beberapa pip keuntungan, dan keluar sebelum harga berbalik.

  1. Penyedia likuiditas yang baik. Broker harus menyediakan likuiditas yang sangat baik untuk sebagian besar instrumen, sehingga Anda dapat memperoleh keuntungan dari scalping. Jika broker memiliki penyedia likuiditas berkualitas rendah atau terbatas, Anda akan melihat gap harga pada grafik menit, yang terutama digunakan untuk scalping. Akibatnya, menempatkan order untuk membuka perdagangan pada satu harga dapat mengakibatkan order tersebut dieksekusi pada harga yang sama sekali berbeda dan lebih buruk.

Semakin besar penyedia likuiditas, semakin banyak mereka dalam kumpulan broker, semakin banyak pesanan beli/jual yang masuk ke buku pesanan dalam waktu singkat. Hal ini meminimalkan kesenjangan harga pada grafik menit (M1, M5) instrumen perdagangan.

Mari kita lihat NPBFX sebagai contoh. Regulasi Perdagangan, yang tersedia untuk umum di situs web resmi perusahaan, tidak memuat batasan apa pun mengenai keuntungan minimum atau waktu penahanan perdagangan. Terlebih lagi, halaman utama situs web menyatakan bahwa broker tersebut menerima semua strategi perdagangan, termasuk scalping/pipsing dan perdagangan HFT.

Spread dimulai dari 0 pip, memungkinkan scalper untuk memaksimalkan keuntungan. Penyedia likuiditas broker termasuk bank Tier 1 dan sistem ECN utama (Integral, Currenex, Hotspot). Likuiditas luar biasa yang disediakan oleh NPBFX telah berulang kali dipuji oleh klien dalam ulasan di berbagai sumber online.

#2: Kurangnya strategi yang efektif saat membuka perdagangan

Sekilas, scalping tampak sangat sederhana bagi trader pemula, tidak memerlukan pengetahuan trading yang mendalam. Buka grafik menit, lihat ke mana harga bergerak, dan masuk ke posisi trading. Lihat keuntungan dan tutup posisi. Namun, pada kenyataannya, trader seperti itu dengan cepat kehilangan deposit mereka. Posisi trading berbalik arah hampir seketika setelah dibuka.

Trader tersebut menutup kerugian, mulai terburu-buru, dan membuka perdagangan baru tanpa berpikir panjang. Pendekatan perdagangan ini dapat diklasifikasikan sebagai perdagangan intuitif. Ya, pendekatan ini juga dapat digunakan ketika seorang trader memiliki pengalaman perdagangan yang luas dan pemahaman yang tajam tentang pasar. Namun, bagi pemula, strategi seperti itu sama saja dengan bunuh diri.

Para ahli broker NPBFX merekomendasikan penggunaan analisis teknikal untuk perdagangan jangka pendek. Kembangkan strategi perdagangan Anda sendiri atau gunakan strategi yang telah terbukti di Portal Analitik NPBFX. Kemudian ujilah di akun demo hingga menghasilkan hasil yang konsisten.

Mari kita lihat contoh spesifik menggunakan indikator teknikal ZigZag. Awalnya, grafik H4 dari instrumen perdagangan dianalisis. Tujuannya adalah untuk menentukan tren pasar jangka pendek.

Seperti yang ditunjukkan grafik di atas, pasangan GBPUSD telah berada dalam tren naik jangka pendek sejak 4 Oktober 2023. Oleh karena itu, idealnya, pergerakan pip harus searah dengan tren saat ini, yaitu membuka posisi beli (long) pada poundsterling Inggris.

Namun, perdagangan melawan tren jangka pendek juga dapat dipertimbangkan jika indikator memberikan sinyal yang jelas. Sekarang mari kita beralih ke grafik menit pasangan mata uang ini dari tanggal 9 Oktober 2023, dan demonstrasikan perdagangan yang dibuka melawan tren jangka pendek saat ini.

Awalnya, syarat masuk posisi adalah terbentuknya garis ZigZag yang lebih panjang dari 40 poin. Seperti yang terlihat pada grafik, garis ZigZag ini digambar searah dengan tren saat ini. Trader harus memutuskan apakah akan membuka posisi melawan tren jangka pendek, berdasarkan sinyal indikator teknis.

Pada akhirnya, diputuskan untuk membuka posisi short pada pound. Panjang garis ZigZag berikutnya lebih dari 10 pip. Dengan demikian, trader tersebut memperoleh keuntungan 3-5 pip dalam beberapa menit tanpa kesulitan.

Situasi yang dijelaskan di atas cukup rumit. Trader harus melakukan trading melawan tren jangka pendek. Dalam kasus seperti ini, untuk memastikan kebenaran keputusan, para ahli NPBFX merekomendasikan untuk melihat timeframe yang lebih tinggi. Misalnya, grafik harian atau mingguan mungkin menunjukkan tren bearish, sementara grafik H4 menunjukkan tren naik. Tentu saja, tren yang ada pada timeframe yang lebih tinggi akan memiliki bobot yang lebih besar.

#3: Mengabaikan manajemen risiko

Para trader profesional mengatakan bahwa scalping dan manajemen risiko adalah konsep yang tidak kompatibel. Memang, ketika risikonya 100%, aturan manajemen apa yang dapat kita bicarakan? Sementara itu, ada teknik dan metode untuk meminimalkan risiko ini guna mencegah hilangnya deposit Anda.

Pertama, Anda perlu mempertimbangkan parameter akun untuk scalping. Kita telah membahas spread di atas, tetapi leverage juga penting. Sangat disarankan untuk menggunakan leverage maksimum. Misalnya, dengan broker NPBFX, Anda dapat membuka akun dengan leverage 1:1000. Semakin tinggi leverage, semakin rendah margin yang dibutuhkan (jumlah yang diblokir di akun) untuk setiap perdagangan. Ini berarti trader memiliki lebih banyak dana yang tersedia di akun setelah membuka perdagangan.

Hal ini memungkinkan toleransi terhadap penurunan nilai (drawdown) yang fluktuatif pada suatu perdagangan, sehingga memberikan ruang gerak. Mari kita berikan contoh. Dengan leverage 1:100, membuka perdagangan Beli EURUSD pada kurs 1.1000 dengan volume 1 lot perdagangan membutuhkan margin sebesar $1.100. Dengan leverage 1:1000, marginnya hanya $110. Selisih $990 tersebut dapat digunakan untuk menoleransi penurunan nilai sebesar 99 pip atau untuk membuka perdagangan lain, yang menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Kedua, meskipun scalping melibatkan risiko 100%, hal itu tetap perlu dikendalikan. Ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan ukuran lot trading. Ukuran lot harus cukup besar agar Anda dapat memperoleh keuntungan dengan membuka trading hanya beberapa pip. Namun, ukuran trading tidak boleh terlalu besar sehingga pergerakan harga yang berlawanan arah memicu Stop Out. Anda harus memiliki ekuitas bebas yang cukup di akun Anda setelah membuka trading (termasuk margin).

Untuk strategi yang lebih konservatif, para profesional merekomendasikan untuk mempertahankan batas risiko 2-3% per perdagangan. Tentu saja, ini tidak cukup untuk scalping. Dengan tingkat risiko ini, ukuran lot akan kecil, begitu pula keuntungan dari perdagangan tersebut. Dengan scalping, Anda dapat meningkatkan tingkat risiko hingga 10-15% per perdagangan. Misalnya, dengan deposit $10.000, ukuran perdagangan dapat berupa 1 lot standar (100.000 unit mata uang dasar). Ini akan memungkinkan Anda untuk menahan penurunan yang cukup signifikan selama pembalikan pasar sementara. Anda juga dapat membuka perdagangan lain jika sinyal masuk yang jelas untuk instrumen perdagangan yang berbeda tiba-tiba muncul. Pendekatan perdagangan ini akan memungkinkan Anda untuk dengan mudah membuka setidaknya 10 perdagangan per hari, yang akan menghasilkan keuntungan 20-30 pip. Ini setara dengan 440-660 pip per bulan, yang dalam nilai moneter berjumlah $4.400-6.600. Ini berarti Anda dapat memperoleh keuntungan sekitar 500% atau lebih selama setahun. Pada saat yang sama, risiko akan berkurang secara signifikan.

Kesimpulan

Sebagai rangkuman, kesimpulan-kesimpulan berikut dapat ditarik:

- Pips pada Forex benar-benar dapat memberikan keuntungan signifikan bagi seorang trader dalam waktu singkat.

- Risiko yang terkait dengan scalping sangat ekstrem, tetapi dapat dipengaruhi dan dikendalikan. Untuk melakukan ini, ikuti semua rekomendasi yang diuraikan dalam artikel ini dan lakukan trading hanya melalui broker yang terbukti andal.

Kami telah beberapa kali menyebutkan mitra lama kami, broker STP/NDD internasional NPBFX, dalam artikel ini. Memang, perusahaan ini menawarkan beberapa kondisi perdagangan terbaik untuk scalping Forex: kecepatan eksekusi 300-600 ms, komisi 0% atas volume perdagangan, dan spread yang kompetitif. Selain itu, melayani warga negara Rusia merupakan isu penting saat ini. Broker ini tidak pernah mengalami masalah dengan pendaftaran, deposit, atau penarikan untuk klien Rusia. NPBFX adalah anggota Komisi Keuangan internasional (The Financial Commission) dan memegang Status A tertinggi. Ini memastikan bahwa setiap klien diasuransikan sebesar €20.000, yang dapat dibayarkan dari dana kompensasi regulator jika terjadi perselisihan.

Setoran minimum untuk trading hanya 500 rubel, atau 10 dolar AS/10 euro. Menjadi klien NPBFX sangat mudah: cukup mendaftar di situs web resmi perusahaan dan membuka akun trading.

Template Joomla oleh a4joomla