Apa itu kapitalisasi dan apa perannya saat memperdagangkan mata uang kripto?
Jika Anda ingin memperoleh penghasilan yang stabil di bursa saham, Anda harus memahami bahwa perdagangan saham lebih dari sekadar membeli ketika harga naik dan menjual ketika harga turun.

Untuk melakukan perdagangan yang sukses, Anda perlu mempertimbangkan tidak hanya tren yang ada, tetapi juga faktor-faktor yang menguatkannya.
Salah satu faktor tersebut adalah kapitalisasi pasar suatu aset, dan tidak masalah jenis aset apa pun itu: saham perusahaan atau mata uang kripto.
Cara termudah untuk memahami esensi kapitalisasi adalah melalui contoh sekuritas, atau, lebih tepatnya, perusahaan yang menerbitkannya.
Sebagai contoh, jika suatu perusahaan memiliki 1.000 lembar saham yang beredar di bursa saham dengan harga $100, maka nilai pasar perusahaan secara keseluruhan adalah $100.000.
Secara umum diterima bahwa semakin tinggi rasio kapitalisasi, semakin besar dan bereputasi baik perusahaan tersebut, dan semakin besar kepercayaan investor terhadapnya.
Namun, pada kenyataannya, kapitalisasi pasar tidak selalu mencerminkan keadaan sebenarnya dan dapat dinaikkan secara artifisial melalui manipulasi pasar saham.
Konsep kapitalisasi tidak berlaku untuk mata uang, tetapi mata uang kripto beroperasi dengan prinsip yang sedikit berbeda dan memiliki tingkat kapitalisasi tersendiri.
Dampak Kapitalisasi terhadap Nilai dan Popularitas Mata Uang Kripto
Pada dasarnya, mata uang kripto lebih mirip sekuritas daripada mata uang tradisional; jumlahnya yang beredar ditentukan secara ketat, dan nilai pasar satu koin menentukan kapitalisasi keseluruhan aset tersebut.
Investor pasar saham profesional jarang mempertimbangkan indikator ini dalam perhitungan mereka, tetapi dengan mata uang kripto, keadaannya sangat berbeda:

Kebetulan, sebagian besar bursa kripto dan situs analitik mengurutkan aset berdasarkan kapitalisasi pasar.
Ini berarti bahwa aset dengan nilai total yang lebih tinggi berada di urutan teratas, yang berarti aset tersebut memiliki likuiditas dan, sebagai hasilnya, biaya transaksi yang lebih rendah.
Poin kedua adalah tingkat kapitalisasi nominal, setelah itu mata uang kripto terus tumbuh, menarik minat investor baru. Satu triliun untuk Bitcoin adalah contohnya.
Pada gilirannya, penurunan kapitalisasi selalu mengkonfirmasi tren penurunan dan mendorong para pedagang untuk menjual.
Jelas bahwa faktor ini hanya berperan sebagai pendukung dan lebih bersifat emosional, tetapi tetap disarankan untuk mempertimbangkan kapitalisasi mata uang kripto saat merencanakan transaksi Anda.
Informasi bermanfaat untuk trading cryptocurrency - https://time-forex.com/kriptovaluty

