Mengapa euro mengalami depresiasi dan bagaimana prospeknya?.
Meskipun tidak semua trader Forex adalah scalper, banyak pelaku pasar yang lebih menyukai perdagangan jangka panjang.
Para pedagang inilah yang perlu memahami dasar-dasar pembentukan nilai tukar, yang akan memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi tren jangka panjang dan menentukan prospeknya.
Salah satu mata uang paling populer di pasar forex saat ini adalah euro, yang nilai tukarnya telah menurun dengan cepat dalam beberapa bulan terakhir.
Apakah ada alasan nyata di balik depresiasi euro atau apakah tren tersebut didorong oleh kepanikan merupakan faktor penentu.
1. Migran adalah salah satu alasan mengapa mata uang euro mulai kehilangan posisinya; mendukung pengungsi membutuhkan alokasi uang yang seharusnya dapat masuk ke perekonomian.
2. Yunani – tampaknya krisis di satu negara saja tidak akan merugikan perekonomian Uni Eropa secara keseluruhan. Namun, krisis di Yunani telah menelan biaya €173 miliar, jumlah yang signifikan bahkan untuk Uni Eropa.
3. Brexit – Britania Raya meninggalkan Uni Eropa, dan seperti yang kita ketahui, negara ini merupakan salah satu kontributor terpenting.
4. Arus keluar investasi – pada tahun 2016, arus keluar modal dari Zona Euro mencapai hampir €500 miliar. Angka ini secara efektif merupakan rekor sejak diperkenalkannya euro.
Secara bertahap, alasan-alasan yang menyebabkan tren penurunan tersebut mulai menghilang:

Masalah migran masih ada, tetapi tidak lagi menakutkan; situasi di Suriah semakin stabil, dan arus pengungsi menurun.
Selain itu, kepemimpinan negara-negara Uni Eropa akan terus memperketat persyaratan untuk memperoleh status pengungsi.
Pada tahun 2016, Yunani menunjukkan pertumbuhan PDB sebesar 0,1%, dan pada tahun 2017, lonjakan indikator penting ini menjadi 2,5% direncanakan.
Inggris sendiri merasa takut dengan keputusannya; pertanyaan tentang keluar dari Uni Eropa masih belum terjawab, tetapi bahkan dengan keputusan akhir sekalipun, Inggris akan tetap membayar iuran ke dana Uni Eropa.
Arus keluar investasi—belum ada kepastian mengenai hal ini; situasinya akan mulai berubah setelah indeks Eropa mulai naik. Dan kemungkinan kenaikannya cukup tinggi.
Ini berarti Anda tidak perlu mengharapkan euro terus melemah dalam jangka panjang; nilai tukarnya terhadap dolar AS kemungkinan akan tetap berada di kisaran $1,02-$1,04 per euro. Sangat mungkin tren naik.

