Permintaan terhadap dolar AS meningkat di Tiongkok.
Penguatan dolar AS yang belum pernah terjadi sebelumnya telah memicu peningkatan permintaan di seluruh dunia, bahkan di kalangan mereka yang biasanya pesimis terhadap mata uang Amerika.
China pun tidak terkecuali; permintaan mulai tumbuh di awal tahun, dan setelah kemenangan Trump dalam pemilihan, tren tersebut semakin intensif.
Ada beberapa alasan untuk situasi ini:
1. Pertama, terjadi arus keluar modal besar-besaran dari Tiongkok, yang semakin intensif seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi.
2. Ketidakpercayaan terhadap yuan – masyarakat secara tradisional terbiasa mempercayai dolar AS dan tidak mempercayai mata uang nasional, yang dapat naik dengan cepat atau turun bahkan lebih cepat lagi.
Terlepas dari sentimen paling optimis mengenai mata uang Amerika, koreksi tren mungkin terjadi dalam waktu dekat, yang dapat mengakibatkan dolar kehilangan 1-2%.

