Bagaimana situasi di Ukraina memengaruhi nilai tukar mata uang global
Lebih dari tiga minggu telah berlalu sejak pecahnya aksi militer di Ukraina, dan peristiwa ini telah berdampak dramatis pada situasi di pasar global.

Setelah kepanikan di bursa utama mereda, kita dapat secara objektif menilai nilai tukar saat ini dan, yang terpenting, dampak konflik tersebut terhadap perekonomian negara-negara yang terlibat.
Selain rubel dan hryvnia, seminggu setelah dimulainya operasi militer, zloty Polandia juga jatuh secara signifikan, turun sekitar 15% menjadi 4,60 zloty per dolar AS.
Kini telah terjadi koreksi, dan harga pasangan mata uang USD/PLN saat ini berada di 4,28 zloty per dolar, yang masih lebih tinggi daripada pada tanggal 23 Februari 2022.

Dapat diasumsikan bahwa setelah penurunan nilai tukar, zloty akan terus melemah, dan alasan di balik hal ini bukan hanya karena Polandia berbatasan dengan Ukraina, tetapi juga karena situasi ekonominya yang mengecewakan.
Sejak awal tahun, inflasi di Polandia telah memecahkan rekor, dan satu juta pengungsi Ukraina hanya menambah beban anggaran Polandia. Banyak pabrik dan perusahaan telah mengurangi produksi karena kekurangan komponen atau kekurangan tenaga kerja.
Oleh karena itu, kita dapat memprediksi penurunan nilai tukar zloty menjadi 4,8 dalam waktu dekat.
Franc Swiss, tidak seperti zloty Polandia, justru naik, mencapai nilai puncak yang hampir sama dengan euro. Hal ini menyebabkan pasangan mata uang EUR/CHF menembus titik terendah sepanjang masa:

Alasan penguatan ini cukup jelas: franc Swiss selalu menikmati permintaan yang sangat besar selama masa ketidakstabilan global. Hal ini terjadi kali ini, yang menyebabkan penguatannya.
Namun perlu dicatat bahwa penguatan lebih lanjut tidak dapat diharapkan; investor telah memindahkan tabungan mereka ke franc Swiss dan permintaan terhadap mata uang ini telah menurun.
Meskipun ada perkiraan yang kurang menguntungkan untuk ekonomi Eropa, mata uang euro hampir tidak kehilangan posisinya:

Ada kemungkinan besar bahwa pasangan mata uang EURUSD akan jatuh ke $1 pada musim panas. Hal ini juga disebabkan oleh fakta bahwa ekonomi AS paling sedikit menderita akibat pemutusan hubungan ekonomi dengan Rusia, yang menguntungkan dolar.
Situasi terkait yuan Tiongkok tidak sepenuhnya jelas; nilai tukar yuan saat ini sedikit turun dan berada di angka 6,36 yuan per dolar:

Namun, keadaan ini tidak akan berlangsung lama; ada dua skenario. Dalam skenario pertama, Barat akan mulai menuntut pemutusan hubungan dengan Rusia dan memperkenalkan pembangkit listrik tenaga nuklir, yang akan menyebabkan pelemahan lebih lanjut pada yuan Tiongkok.
Opsi kedua lebih optimis: jika pihak-pihak yang bertikai berhasil mencapai kesepakatan, China akan dapat memperoleh keuntungan signifikan dengan memasok barang-barang langka ke Rusia dan Eropa.
Adapun nilai tukar rubel Rusia, penguatan saat ini merupakan koreksi dari tren penurunan, dan kecil kemungkinan rubel Rusia akan tetap stabil di 100 rubel per dolar AS untuk waktu yang lama.

Stabilisasi nilai tukar diperkirakan hanya akan terjadi setelah penandatanganan perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina. Nilai tukar mata uang lainnya juga dapat berubah secara drastis.

