Jenis-jenis posisi trading Forex
Dalam terminologi pasar keuangan, kata "order" sering digunakan untuk menunjukkan pesanan perdagangan.
Para pedagang berpengalaman sering mengganti istilah ini dengan "posisi."
Tergantung pada arah transaksi, posisi dibagi menjadi posisi beli (pembelian aset) dan posisi jual (penjualan aset); berdasarkan durasi, transaksi dapat berupa jangka pendek atau jangka panjang; berdasarkan waktu pembukaan, transaksi dapat bersifat mendesak atau tertunda.
Pesanan yang dapat dibuka di terminal perdagangan trader didasarkan pada klasifikasi ini.
1. Membeli (Posisi long) - pembelian. Jenis transaksi ini ditujukan untuk membeli instrumen keuangan tertentu. Pesanan Beli harus dibuka jika perkiraan trader memprediksi pergerakan harga ke atas.
2. Menjual (Posisi pendek) - jual. Pesanan jenis ini hanya boleh dipertimbangkan jika pedagang memperkirakan tren harga menurun untuk instrumen keuangan yang dipilih.
Order jual dan beli adalah yang paling umum di kalangan trader jangka pendek. Membuka order tersebut melibatkan pembelian atau penjualan instrumen keuangan pada harga pasar dan langsung membuka order.
Namun, fungsionalitas platform trading modern tidak berhenti sampai di situ. Setiap trader kini dapat membuka perdagangan pada harga berapa pun.
Pesanan akan dieksekusi ketika grafik mencapai level harga yang ditentukan oleh trader. Pesanan pasar semacam ini biasanya disebut sebagai pesanan tertunda (pending order).
Jenis dan fitur pesanan tertunda
Order trading yang tertunda dibagi menjadi 4 jenis:
1. Buy Limit - order beli pada harga di bawah nilai pasar instrumen keuangan. Order ini disarankan untuk dipertimbangkan selama tren turun.
Harga masuk dalam hal ini adalah potensi minimum, setelah itu trader mengharapkan pembalikan tren atau koreksi yang berkepanjangan.
2. Buy Stop - order beli untuk membeli aset pada harga di atas nilai pasar saat ini. Order ini ditempatkan di atas maksimum lokal.
Menurut aturan analisis teknis yang telah terbukti, ketika grafik menembus level resistensi yang kuat, itu menunjukkan kelanjutan tren naik.
3. Sell Limit - membuka order jual pada harga di atas harga saat ini. Penempatan order ini masuk akal selama tren naik, yang, setelah mencapai level tertentu, trader mengharapkan pembalikan karena faktor fundamental.
4. Sell Stop - order jual dengan harga masuk di bawah nilai pasar. Order ini ditempatkan 5-7 poin di bawah minimum lokal yang kuat (level support), yang jika dilampaui akan menunjukkan perkembangan tren turun.

Penggunaan order tertunda dalam trading memiliki dampak signifikan terhadap profitabilitas. Trader pemula menghindari alat ini karena noise pasar dapat menyebabkan false breakout pada level harga penting.
Hal ini akan memicu order tertunda dan, akibatnya, kerugian. Tidak ada yang kebal terhadap fenomena pasar ini.
Bahkan, bagi banyak trader sukses, order tertunda merupakan bagian integral dari trading yang menguntungkan.
Kesalahan utama yang dilakukan oleh trader pemula adalah mengidentifikasi level lokal pada timeframe rendah, yang menyebabkan pemicuan order trading tertunda yang salah. Jika Anda menentukan level support dan resistance pada timeframe H1 atau H4, probabilitas false breakout menurun menjadi 10%.
Untuk penentuan level harga yang paling signifikan secara lebih akurat, disarankan untuk menggunakan fraktal Bill Williams atau grafik cluster.
Strategi Pesanan Tertunda - http://time-forex.com/strategy/strategiya-otlozhennykh-orderov
Penasihat yang digunakan - http://time-forex.com/sovetniki/sov-doudlepro

