Strategi Perdagangan Cash Cow
Bukan rahasia lagi bahwa analisis teknikal, dengan satu atau lain cara, dibangun di atas berbagai pola. Banyak orang keliru percaya bahwa pola hanya ada dalam analisis grafik candlestickNamun, kenyataannya jauh berbeda.
Pada kenyataannya, pola adalah semacam keteraturan yang telah berulang berkali-kali dalam sejarah.
Itulah mengapa menembus moving average, menerobos level support dan resistance, serta memasuki pasar berdasarkan osilator merupakan strategi trading berbasis pola.
Sejujurnya, pola hanyalah statistik biasa yang kita catat dan olah setiap hari.
Namun, ada satu aturan tak tertulis di kalangan pedagang yang telah teruji oleh waktu.
Oleh karena itu, jika Anda melakukan analisis sederhana terhadap pola candlestick dan grafik analisis yang paling populer, pola yang paling umum dan jelas yang kita temui setiap hari memiliki tingkat keberhasilan yang cukup rendah, sementara pola yang muncul sangat jarang dan membutuhkan pengalaman untuk diidentifikasi justru paling sering menguntungkan.
Strategi Cash Cow adalah metode perdagangan yang didasarkan pada pola pergerakan sederhana pasangan mata uang Pound/Dollar dan tidak mengandung satu pun indikator atau pola candlestick.
Strategi perdagangan Cash Cow dapat diterapkan pada pasar lain juga pasangan mata uangNamun, untuk melakukan hal ini, perlu menghitung pergerakan rata-rata pasangan mata uang dan menentukan jarak yang dialokasikan sebagai penyimpangan dari norma.
Strategi ini digunakan pada grafik harian dengan entri selanjutnya ke pasar pada kerangka waktu per jam.
Gambaran Umum Strategi Cash Cow dan Sinyal Perdagangan
Jika Anda adalah pemain pasar yang berpengalaman, Anda mungkin telah memperhatikan bahwa harga hampir selalu bergerak dalam kisaran yang sempit, dan hanya pada hari-hari tertentu terjadi lonjakan harga yang kuat yang secara harfiah dalam sehari membawa harga setara dengan pergerakan selama seminggu atau lebih.
Situasi seperti ini sangat jarang terjadi, dan di kalangan trader, hal ini umumnya disebut sebagai "ledakan harga." Setiap pasangan mata uang memiliki nilai spesifiknya sendiri, yang mencerminkan penyimpangan dari norma. Misalnya, untuk pasangan mata uang GBP/USD, ledakan harga dianggap sebagai pergerakan harga sebesar 140 pip atau lebih dalam sehari pada kuotasi empat digit.
Jika berbicara tentang alasan terjadinya lonjakan harga, dapat dicatat bahwa hal itu terjadi pada saat dirilisnya statistik fundamental yang kuat, yang menetapkan tren untuk beberapa hari ke depan.
Berdasarkan hal ini, muncul pola sederhana: jika terjadi ledakan harga di pasar, ada kemungkinan besar tren akan berlanjut dan bergerak searah dengan ledakan harga tersebut. Jadi, mari kita perhatikan lebih detail sinyal masuk pasar.
Sinyal beli:
1) Terjadi “Ledakan Harga” ke atas di pasar, yaitu harga melampaui 140 poin atau lebih ke arah bullish dalam satu hari.
2) Pada hari perdagangan berikutnya, kita menunggu konfirmasi perkembangan tren naik di pasar, yaitu, harga harus bergerak naik 70 poin dari harga penutupan candle harian hari sebelumnya.
Setelah harga melewati 70 pips, masuk pasar pada candle yang tertutup. Risiko harus dibatasi dengan order stop loss statis 60 pips, dan keluar saat profit 100 pips. Contohnya ada di bawah ini:

Sinyal jual:
1) Pasar mengalami "Ledakan Harga" ke bawah, yaitu, harga bergerak 140 poin atau lebih ke arah bearish dalam satu hari.
2) Pada hari perdagangan berikutnya, kita menunggu konfirmasi perkembangan tren penurunan di pasar, yaitu, harga harus bergerak turun 70 poin dari harga penutupan candle harian hari sebelumnya.
Seperti halnya posisi beli, entri terjadi pada candlestick yang tertutup ketika level 70 poin ditembus. Gunakan order stop loss statis, yaitu 60 poin. Keluar posisi terjadi pada profit yang telah ditetapkan, yaitu 100 poin. Contoh:

Kesimpulannya, perlu dicatat bahwa strategi Cash Cow adalah metode trading sederhana tanpa indikator yang dapat digunakan baik oleh trader berpengalaman maupun pemula.
Terlepas dari kenyataan bahwa strategi itu sendiri berfokus pada pasangan mata uang Pound/Dolar Anda dapat dengan mudah mengadaptasi taktik ini untuk diterapkan pada pasangan mata uang apa pun, satu-satunya hal yang perlu Anda ketahui adalah jumlah pip optimal untuk terjadinya lonjakan harga pada setiap pasangan mata uang.

