Strategi masa depan
Para trader Forex telah mengembangkan sejumlah mitos seputar perdagangan berjangka, terutama karena
kurangnya pemahaman tentang sifat kontrak ini.
Sebagai contoh, sebagian orang berpendapat bahwa hanya analisis fundamental yang efektif dalam perdagangan berjangka, sebagian lainnya berpendapat bahwa hanya analisis teknikal yang efektif, dan ada pula kelompok pedagang yang menganggap perdagangan berjangka sebagai sesuatu yang di luar jangkauan fantasi, dan mereka bahkan tidak tahu instrumen mana yang sebenarnya efektif dalam hal ini.
Kontrak berjangka adalah kontrak yang mewajibkan pemasok untuk menjual suatu produk dengan harga yang telah disepakati sebelumnya pada waktu tertentu, dan pembeli untuk membeli produk tersebut pada waktu tertentu dengan harga yang telah disepakati sebelumnya.
Misalnya, Anda berpikir euro akan naik dalam sebulan, jadi Anda memutuskan untuk memasuki kontrak berjangka pada harga saat ini agar Anda dapat menerima euro Anda dalam sebulan dengan harga saat ini, bukan dengan harga yang mungkin terjadi.
Pada akhirnya, jika nilai tukar euro benar-benar naik, Anda akan mendapatkan keuntungan dalam sebulan, karena kontrak berjangka memungkinkan Anda untuk membeli kembali euro dengan harga yang Anda tetapkan saat kontrak dibuat. Dalam kehidupan nyata, Anda dapat membeli euro dan menyimpannya hingga nilai tukar naik, tetapi jika Anda berpikir harga minyak akan naik, Anda tidak akan membeli satu barel dengan maksud untuk menjualnya kembali, bukan?
Oleh karena itu, kontrak berjangka non-deliverable diciptakan untuk mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga baik sekarang maupun di masa depan pada saat jatuh tempo. Pada dasarnya, Anda melihat grafik harga standar, seperti di bursa mata uang, dan dapat membeli dan menjual. Anda dapat menutup posisi Anda sebelum kontrak berakhir, tetapi posisi tersebut akan ditutup secara otomatis pada saat jatuh tempo.
Sebagai kesimpulan, semua metode dan strategi yang Anda gunakan untuk trading di pasar Forex dapat dengan mudah diterapkan pada trading futures.
Jenis-jenis utama kontrak berjangka.
Ada banyak jenis kontrak berjangka, atau lebih tepatnya, aset yang bertindak sebagai kontrak berjangka. Misalnya, ada kontrak berjangka mata uang (dengan grafik harga yang mirip dengan Forex), kontrak berjangka logam, komoditas, energi, saham, indeks, sekuritas, dan apa pun yang diperdagangkan di berbagai bursa di seluruh dunia.
Tergantung pada aset yang Anda pilih, strategi perdagangan berjangka Anda dapat bervariasi, mulai dari analisis fundamental hingga pendekatan teknikal yang biasa.
Kontrak berjangka mata uang tetap tunduk pada faktor-faktor fundamental seperti pasangan mata uang forex biasa. Faktor-faktor ini meliputi indikator seperti suku bunga, PDB nasional, neraca perdagangan, indeks aktivitas bisnis, data pengangguran, dan semua indikator makroekonomi dari mata uang yang kontrak berjangkanya diperdagangkan.
Di pasar forex, Anda terbiasa melihat singkatan untuk mata uang yang Anda perdagangkan (misalnya, EUR/USD membeli euro dengan dolar). Namun, kontrak berjangka memiliki singkatan yang sama sekali berbeda, tetapi artinya tetap sama. Misalnya, kontrak berjangka ED setara dengan EUR/USD, dan kontrak berjangka AU setara dengan AUD/USD. Oleh karena itu, ketika Anda membuka kontrak berjangka mata uang dan pasangan mata uang di pasar forex, Anda akan melihat grafik yang persis sama.
Kontrak berjangka energi, seperti berbagai jenis minyak mentah, sangat cocok untuk analisis fundamental maupun teknikal. Untuk berdagang dengan sukses, Anda perlu menganalisis status produksi negara-negara pengekspor utama, seperti Arab Saudi dan Kanada, dan memantau pernyataan kebijakan, karena harga minyak dapat ditekan oleh pengurangan produksi atau, sebaliknya, ditekan oleh masuknya pemain baru ke pasar global dan peningkatan ekspor oleh produsen minyak utama.
Prinsip-prinsip dasar membangun strategi menggunakan kontrak berjangka.
Namun, terlepas dari analisis fundamental, setiap kontrak berjangka dapat dianalisis secara teknikal, dan semua level support dan resistance, pola grafik, serta indikator teknikal yang biasa digunakan tetap berfungsi dengan baik. Misalnya, mari kita lihat kontrak berjangka minyak mentah Brent dan sinyal dari Stochastic Oscillator.

Gambar tersebut menunjukkan bagaimana hanya dengan menggunakan indikator Stochastic, membeli di zona oversold dan menjual di zona overbought, dapat menghasilkan perdagangan berjangka minyak yang sukses. Selain itu, jika Anda perhatikan, garis support dan resistance standar juga tidak kalah efektif. Misalnya, mari kita lihat grafik yang sama, tetapi gambarlah level-level ini:

Seperti yang Anda lihat, harga berulang kali menyentuh garis support dan memantul kembali ke garis resistance, dan ketika harga menembus garis resistance, harga berhasil naik.
Singkatnya, baik analisis fundamental maupun teknikal dapat digunakan dan menjadi dasar strategi perdagangan. Faktor fundamental dapat membantu Anda mengidentifikasi potensi tren dan mengkonfirmasi kecenderungan yang mendasarinya, sementara analisis teknikal selalu dapat membantu Anda menemukan titik masuk yang sangat baik.

