Strategi rata-rata dalam Forex.

Ada banyak taktik trading yang berbeda di Forex, termasuk beberapa yang cukup berbahaya. Averaging adalah salah satunya. Dalam beberapa hal, pendekatan trading ini mirip dengan Martingale, tetapi pada saat yang sama, ia memiliki ciri khasnya sendiri.

Averaging dalam Forex adalah strategi melawan tren dengan harapan terjadi pembalikan cepat atau koreksi besar. Dengan menggunakan teknik ini, seorang trader, meskipun mengalami kerugian pada posisi yang ada, membuka posisi baru pada instrumen yang sama dan ke arah yang sama.

Inti dari metode ini adalah untuk menyeimbangkan hasil keuangan dengan membuka perdagangan kedua pada harga yang lebih menguntungkan. Misalnya, dengan membeli satu lot euro pada harga 1,2545, Anda mengalami kerugian 10 pip, dan harga saat ini adalah 1,2535. Jika Anda membuka order baru pada harga yang ada, maka jika harga naik hanya 5 pip (tidak termasuk spread ), kedua perdagangan dapat ditutup dengan hasil impas.

Saluran Telegram kami tentang investasi di Polandia dan banyak lagi:
cari tahu berapa banyak yang bisa Anda hasilkan

Namun, tidak semua trader mengikuti penalaran logis dan menunggu koreksi tren. Sebagian besar yang menggunakan metode ini berdagang secara sembarangan, hanya bersikeras pada kesimpulan mereka mengenai tren yang ada.

Biasanya, kategori terakhir inilah yang akhirnya kehilangan deposit mereka dan menjadi kecewa dengan perdagangan. Alasan utama mereka menggunakan averaging adalah kurangnya pengalaman praktis, kesalahan dalam identifikasi tren, dan harapan palsu akan pembalikan tren yang cepat.

Alasan lain untuk menggunakan averaging di Forex adalah fluktuasi posisi terbuka. Misalnya, perdagangan beli dibuka dengan kerugian 15 pip, tetapi kemudian kerugian mulai menyempit dan sekarang hanya 10 pip. Trader mulai percaya bahwa harga telah bergerak pada tingkat yang tepat dan membuka order lain. Namun, hanya beberapa menit kemudian, harga mulai turun lagi, dan kerugian pada perdagangan pertama sekarang 20 pip, dan pada yang kedua, 10 pip.

Pada saat yang sama, ada contoh sukses penggunaan averaging, tetapi dalam kasus ini, penting untuk memilih titik masuk yang tepat saat membuka order berikutnya. Dan pahami apakah pembalikan tren atau koreksi . Setelah Anda menentukan keadaan sebenarnya, temukan harga minimum atau maksimum terdekat dan buka perdagangan.

Taktik ini cukup sederhana; contoh penerapannya ditunjukkan dengan jelas pada gambar di bawah ini.


Namun, meskipun semua tindakan pencegahan telah dilakukan, sebagian besar profesional Forex tetap menyarankan untuk tidak menggunakan strategi averaging dalam trading Anda, dan lebih baik menutup posisi saat rugi dan melakukan analisis teknikal .

Templat Joomla oleh a4joomla