Garis support dan resistance.
Tren pasar Forex mengikuti hukumnya sendiri: harga terkadang naik hingga titik tertentu, kemudian turun. Hal ini menciptakan apa yang disebut titik tertinggi dan terendah, yang mencirikan puncak dan lembah pada grafik harga.
Titik-titik ini sesuai dengan periode waktu tertentu, dan setiap kerangka waktu memiliki karakteristik uniknya sendiri.
Titik tertinggi dan terendah ini digunakan sebagai dasar untuk membangun garis support dan resistance, yang membutuhkan setidaknya dua titik pada grafik pasangan mata uang.
Membangun jalur dukungan.
Garis support menandai level harga minimum yang dicapai pada kerangka waktu tertentu. Saat mendekatinya, harga berbalik arah dan mulai naik. Garis ini secara efektif berfungsi sebagai patokan yang sangat baik untuk membuka posisi beli (long position) di Forex.

Untuk menggambar garis support, ikuti langkah-langkah sederhana ini:
1. Pilih kerangka waktu.
2. Identifikasi beberapa titik terendah harga di dalamnya. Titik-titik tersebut harus signifikan dan bukan merupakan false breakout.
3. Hubungkan titik-titik tersebut dengan garis lurus.
Garis tersebut digambar menggunakan alat terminal trader atau indikator garis support dan resistance . Opsi yang terakhir lebih disukai, karena Anda tidak perlu mengulangi seluruh proses jika harga berubah.
Menggambar garis resistansi.
Garis ini mencirikan batas harga atas tren, yang setelah tercapai harga akan berbalik turun. Bisa dibilang, ini adalah batas harga maksimum, yang nilainya terus berubah. Namun, jangan berasumsi bahwa garis resistensi selalu horizontal; lebih sering, garis tersebut mengarah ke arah tren yang ada.

Konstruksi garis resistensi dilakukan dengan cara yang sama seperti garis support, hanya saja titik maksimum dari kerangka waktu tertentu digunakan sebagai titik dasar.
Berdagang.
Setelah kedua garis tersebut digambarkan pada grafik pasangan mata uang, keduanya membentuk saluran harga yang secara sempurna menggambarkan arah tren saat ini, sementara lebar saluran menunjukkan dinamikanya. Arah saluran dapat digunakan untuk menentukan apakah tren yang berlaku adalah tren naik atau tren turun.

Trading dalam saluran harga cukup sederhana, salah satu varian strategi trading tersebut dijelaskan secara detail dalam artikel " Scalping dalam Saluran Harga ", tetapi strategi ini dapat berhasil digunakan dengan opsi trading lainnya.
Biasanya, kejadian berikut berfungsi sebagai sinyal untuk transaksi beli:
• Harga telah berbalik arah di garis support dan mulai naik.
• Harga telah menembus level resistance dan bergerak beberapa puluh poin.
Transaksi jual dibuka ketika kondisi sebaliknya muncul:
• Harga telah berbalik arah di garis resistance dan mulai bergerak turun.
• Garis support telah ditembus dan harga terus turun.
Perlu diingat bahwa arah transaksi harus sesuai dengan arah tren secara umum, kecuali dalam kasus di mana breakout forex .

