Jenuh beli (overbought forex).
Tingkat harga di bursa mana pun diatur oleh penawaran dan permintaan untuk kelompok komoditas tertentu, dan pasar forex over-the-counter tidak terkecuali. Terkadang, dengan menganalisis kondisinya, seseorang dapat memahami ke mana harga akan bergerak selanjutnya dan membuka perdagangan ke arah yang tepat. Salah satu kondisi tersebut adalah kondisi overbought (terlalu banyak dibeli).
Kondisi overbought (overbought di pasar forex) adalah kondisi pasar di mana permintaan terhadap aset tertentu (dalam hal ini, mata uang) telah mencapai tingkat maksimumnya. Ini berarti bahwa para pembeli yang puas dengan harga saat ini telah melakukan transaksi untuk membeli mata uang tersebut dengan kurs saat ini.
Ini berarti bahwa jika pasar forex telah memasuki kondisi jenuh beli (overbought), penurunan harga sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat, karena harga saat ini tidak lagi memuaskan calon pembeli.
Jika kita meneliti indikator ini menggunakan contoh praktis, kita melihat situasi berikut:
Setelah pengumuman membaiknya situasi ekonomi di Eropa, pasangan mata uang EURUSD mulai naik, dengan transaksi senilai $10 miliar dieksekusi pada harga 1,2500. Kemudian harga naik menjadi 1,2570, dengan transaksi lebih lanjut mencapai $5 miliar. Hal ini menyebabkan pasangan mata uang tersebut naik menjadi $1,2590 per euro. Pada saat yang sama, jumlah orang yang bersedia membeli mata uang pada harga tersebut menurun tajam, dan euro memasuki zona jenuh beli di pasar forex.
Kondisi overbought di Forex biasanya dianggap berada dalam batas tertentu, mencapai level maksimum di mana terjadi pembalikan tren dan harga aset mulai menurun. Level ini biasanya berada antara 80 dan 90 persen dari level harga saat ini.
Setelah overbought mencapai 100%, pembalikan tren biasanya terjadi, itulah sebabnya indikator ini menjadi dasar bagi banyak strategi di pasar Forex dan pasar saham.
Untuk memantau indikator ini, gunakan indikator stochastic terminal trader standar .

