George Soros

Bursa saham adalah tempat nyata di mana mimpi menjadi kenyataan, terkadang bahkan mimpi yang tak pernah kitaKisah Miliarder George Soros impikan. Ini bukan sekadar kata-kata kosong, karena mewakili puluhan pedagang top yang tidak hanya menjadi kaya, tetapi juga membuat sejarah sebagai tokoh politik, filantropis, dan, dengan satu atau lain cara, memengaruhi jalannya sejarah dan perkembangan masa depan.

George Soros adalah salah satu tokoh paling terkenal, yang kisah suksesnya masih memikat pikiran orang-orang modern hingga saat ini.

Sebagai seorang pedagang, ahli keuangan, investor, tokoh politik yang terkenal, dan seorang filsuf sejati, semua ini bukan sekadar pujian, melainkan gambaran nyata tentang jalan hidup seorang pria yang sulit dan ditempuh dengan kepala tegak.

Terlepas dari semua pencapaiannya, kehidupan Soros adalah kehidupan yang kompleks dan menarik, dan kisah pasang surutnya telah menjadi insentif yang sangat baik bagi semua pedagang terkenal.

Dia mengajarkan bagaimana untuk tidak pernah menyerah apa pun kesalahan dan keadaan yang terjadi.

Saluran Telegram kami tentang investasi di Polandia dan banyak lagi:
cari tahu berapa banyak yang bisa Anda hasilkan

George lahir di Budapest dari seorang pengacara terkenal bernama Tivodart Soros. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga, tetapi George sendiri mengklaim bahwa kedua anggota keluarga ini sangat memengaruhi masa depannya: sementara ibunya memelihara perkembangan batinnya, ayahnya, seorang pengacara, mengajarinya bagaimana berinteraksi dengan dunia luar.

Saat kecil, Soros hampir tidak menonjol, bersekolah di sekolah biasa dan bahkan tidak mencapai prestasi akademik yang tinggi. Namun, pada usia sepuluh tahun, ia mencoba mendapatkan uang pertamanya dengan menerbitkan surat kabar pertamanya, di mana ia menulis semua artikelnya sendiri. Tentu saja, ia tidak menghasilkan banyak uang, tetapi orang-orang di tepi laut merasa sulit untuk menolak anak laki-laki yang tegas itu, yang bahkan pada usia itu sudah berusaha menjual karyanya.

Pada usia 14 tahun, ia harus melewati pendudukan Jerman di Hungaria, dan karena George adalah seorang Yahudi, keluarganya menghabiskan hampir seluruh periode tersebut bersembunyi di berbagai tempat perlindungan dengan dokumen palsu dan hidup dalam ketakutan yang sangat besar.

Setelah perang berakhir dan rezim komunis berkuasa, George memutuskan untuk meninggalkan negara itu, memilih Inggris sebagai rumah keduanya. Kehidupan di Inggris ternyata jauh dari mudah, sehingga Soros yang masih sangat muda terus berganti pekerjaan, dari pelayan restoran hingga pemetik buah hingga tukang cat rumah.

Menyadari bahwa ia tidak bisa mendapatkan uang yang layak tanpa profesi, ia mendaftar di London School of Economics pada tahun 1947 dan lulus dengan predikat cum laude. Namun, bahkan setelah menerima diploma bergengsinya, ia menghadapi serangkaian kemunduran, karena imigran tidak begitu diterima di Inggris, sehingga ia harus mengambil pekerjaan apa pun dengan upah rendah. 

Tahun 1953 menandai titik balik dalam kehidupan Soros, karena saat itulah ia pertama kali bekerja di Singer & Friendlander, sebagai pekerja magang di departemen arbitrase. Namun, setelah terlambat masuk kerja lagi, ia dipecat.

George mendapati dirinya dalam situasi sulit, tetapi temannya Robert menawarinya pekerjaan di Amerika, tempat ayahnya membuka perusahaan pialang kecil. Tanpa ragu, Soros membeli tiket sekali jalan dan segera terbang ke tempat kerja barunya.

George yang masih sangat muda menjadi aset yang sangat penting bagi perusahaannya, karena saham-saham Eropa, yang hanya dipahami oleh kalangan yang sangat terbatas, semakin populer di Amerika pada saat itu. Seperti yang dikatakan Soros, "Saya bisa menambahkan angka berapa pun ke perusahaan-perusahaan Eropa yang perlu saya jual.".  

Setelah itu, Soros yang sukses pindah ke sebuah perusahaan pialang besar, di mana di bawah kepemimpinannya dibuka dua dana luar negeri, yang melalui dana tersebut ia berhasil menunjukkan hasil yang benar-benar mengesankan dan menghasilkan sejumlah besar uang.

Merasa memiliki fondasi yang kokoh, Soros memutuskan untuk membuka dana lindung nilai (hedge fund) sendiri bersama pialang terkenal Jimmy Rogers. Rekening Soros Fund Management memiliki dana sebesar $12 juta, yang tumbuh menjadi $381 juta selama 11 tahun, sehingga kekayaan bersih George mencapai $100 juta. 

Dana yang diinvestasikannya tumbuh secara eksponensial, tetapi juga mengalami kerugian besar. Misalnya, Soros bertaruh pada runtuhnya ekonomi Jepang, tetapi justru keruntuhan terjadi di Amerika sendiri, dan $200 juta hilang dalam semalam.

Soros juga mencetak sejarah karena rekayasanya yang menyebabkan runtuhnya sistem perbankan Inggris dengan bertaruh pada devaluasi poundsterling. Semua orang mengingat tanggal ini sebagai Rabu Kelam, tetapi dalam semalam, Soros menjadi lebih kaya sebesar $958 juta.

Setelah krisis keuangan tahun 1997, Soros kehilangan $2 miliar dan pensiun, menyerahkan pengelolaan dananya kepada tangan kanannya, Stanley Druckenmiller. Saat ini, Soros terlibat dalam kegiatan filantropi dan kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai $26 miliar.  

Templat Joomla oleh a4joomla