Bagaimana berakhirnya perang di Iran akan memengaruhi pasar?

Dewan Perwakilan Rakyat AS telah mengesahkan resolusi yang membatasi kemampuan Donald Trump untuk melanjutkan aksi militer terhadap Iran tanpa persetujuan Kongres.

Perang dan Perdamaian Iran

Pemungutan suara tersebut disetujui dengan selisih suara yang tipis, jadi masih terlalu dini untuk membicarakan akhir dari konflik ini.

Namun, fakta adanya keputusan tersebut sudah penting bagi pasar: jika Senat mendukung posisi serupa, kemungkinan untuk membekukan perang atau beralih ke negosiasi akan meningkat secara signifikan.

Bagi para investor, konflik terkait Iran penting bukan hanya sebagai peristiwa politik. Konflik ini secara langsung berdampak pada harga minyak, ekspektasi inflasi, nilai tukar dolar, emas, mata uang kripto, dan indeks saham.

Oleh karena itu, bahkan rumor tentang gencatan senjata atau pembatasan operasi militer dapat dengan cepat mengubah suasana di pasar.

Analisis Historis: Bagaimana Pasar Bereaksi terhadap Berakhirnya Konflik

Sejarah menunjukkan bahwa pasar biasanya lebih takut pada ketidakpastian daripada konflik itu sendiri. Ketika menjadi jelas bahwa skenario terburuk tidak akan terwujud, investor mulai mengurangi posisi defensif mereka dan kembali ke aset yang lebih berisiko.

PeristiwaApa yang telah terjadiReaksi pasarKesimpulan
Perang Teluk, 1990–1991 Harga minyak melonjak karena kekhawatiran akan gangguan pasokan Seiring dengan meredanya risiko perang berkepanjangan, harga minyak mulai kehilangan premi perangnya, sementara harga saham pulih Ketika ancaman guncangan energi mereda, pasar saham biasanya mendapat dukungan
Kesepakatan nuklir Iran, 2015 Pasar mulai mempertimbangkan kemungkinan pencabutan beberapa sanksi dan pengembalian minyak Iran Harga minyak berada di bawah tekanan, sementara selera risiko secara keseluruhan membaik Diplomasi Iran semakin mengurangi premi minyak
Ketegangan AS-Iran Meningkat, Januari 2020 Setelah pembunuhan Jenderal Soleimani, pasar khawatir akan terjadinya perang besar Harga minyak dan emas awalnya naik tetapi kemudian turun setelah risiko eskalasi berkurang Jika konflik tidak meningkat menjadi perang besar, aset pertahanan akan cepat kehilangan sebagian permintaannya
Situasi terkini di sekitar Iran, 2026 Kongres AS telah mulai membatasi kekuasaan presiden dalam hal perang Pasar memperhitungkan peluang untuk negosiasi, tetapi tetap berhati-hati Jika Senat mendukung pembatasan perang, de-eskalasi menjadi lebih mungkin terjadi

Apa yang akan terjadi pada emas?

Harga emas secara tradisional naik selama periode ketakutan, perang, dan ketidakpastian. Tetapi jika konflik di sekitar Iran mulai mereda, beberapa investor mungkin akan mengambil keuntungan dan keluar dari aset safe-haven.

Ini tidak berarti harga emas pasti akan jatuh tajam. Emas masih memiliki faktor pendukung lainnya: utang global yang tinggi, pembelian oleh bank sentral, pelemahan dolar, dan ekspektasi penurunan suku bunga. Namun, premi perang dalam harga emas bisa berkurang.

Perang dan Perdamaian Iran

Oleh karena itu, dalam skenario damai, emas mungkin akan mengalami koreksi atau bergerak mendatar, terutama jika harga minyak dan risiko inflasi turun secara bersamaan.

Apa yang akan terjadi pada mata uang kripto?

Mata uang kripto sering disebut-sebut sebagai aset aman, tetapi dalam praktiknya, selama krisis geopolitik, mata uang kripto sering bertindak sebagai aset berisiko. Ketika investor khawatir akan perang, mereka mengurangi posisi mereka di Bitcoin, Ethereum, dan terutama altcoin.

Jika konflik membeku, pasar kripto dapat memperoleh manfaat dari kembalinya selera risiko. Dalam skenario seperti itu, Bitcoin biasanya tampak lebih tangguh, sementara altcoin dapat mengalami pergerakan yang lebih kuat, tetapi dengan risiko yang lebih besar.

Perang dan Perdamaian Iran

Namun, perdamaian saja di Iran tidak cukup untuk terciptanya pasar bullish yang sepenuhnya. Untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, mata uang kripto membutuhkan likuiditas, permintaan dari investor besar, dan kebijakan bank sentral yang akomodatif.

Apa yang akan terjadi pada pasar saham?

Pasar saham biasanya merespons positif terhadap berkurangnya risiko perang. Alasannya sederhana: risiko lonjakan harga minyak berkurang, tekanan inflasi lebih rendah, ekspektasi suku bunga lebih longgar, dan perkiraan laba perusahaan lebih baik.

Perang dan Perdamaian Iran

Pihak yang paling diuntungkan adalah sektor transportasi, maskapai penerbangan, industri, sektor konsumen, dan pasar Eropa. Eropa sangat sensitif terhadap harga energi, sehingga penurunan premi minyak merupakan keuntungan besar bagi mereka.

Sebaliknya, perusahaan minyak dan gas serta perusahaan pertahanan mungkin akan berada di bawah tekanan. Jika investor mulai mengabaikan risiko perang, sebagian modal mungkin akan beralih dari sektor-sektor ini ke saham-saham yang lebih siklikal.

Menghentikan perang di Iran, atau bahkan membekukannya, tidak akan menghasilkan reaksi seragam di semua pasar. Redistribusi modal kemungkinan akan terjadi.

Harga emas mungkin akan menghentikan kenaikannya, meskipun faktor pendukung jangka panjang akan tetap ada. Harga minyak kemungkinan akan berada di bawah tekanan karena risiko pasokan menurun. Pasar saham akan menerima sinyal positif, terutama di sektor-sektor yang diuntungkan dari energi yang lebih murah. Mata uang kripto mungkin akan naik seiring kembalinya selera risiko, tetapi pergerakannya akan tetap fluktuatif.

Yang menjadi sorotan utama sekarang adalah pemungutan suara di Senat AS. Jika majelis kedua juga mendukung pembatasan kekuatan militer, pasar dapat menganggap ini sebagai langkah serius menuju skenario diplomatik. Dalam hal ini, rasa takut secara bertahap akan digantikan oleh optimisme yang hati-hati.

Template Joomla oleh a4joomla