Tokoh Keuangan Carl Icahn: Dari Perampok Korporasi Menjadi Penasihat Trump

Dunia keuangan, terutama pasar saham, sangat kejam dan tanpa ampun. Dalam sebuah wawancara, miliarder terbesar dunia, Carl Icahn, pernah mengatakan bahwa tidak ada teman di Wall Street, hanya musuh, dan jika Anda menginginkan teman, belilah anjing.  

Kata-kata seorang pedagang dan investor dengan pengalaman lebih dari 55 tahun di bidang ini sepenuhnya mengungkap seluk-beluk kariernya di pasar saham.

Lagipula, di balik setelan jas yang bagus dan penampilan yang rapi tersembunyilah perjuangan kotor untuk mendapatkan uang, dan semakin tinggi tujuan Anda, semakin banyak Anda harus mengotori tangan Anda.

Salah satu pemain terkuat, yang juga dijuluki algojo perusahaan, adalah Carl Icahn.

Faktanya, perampok kejam ini sekarang menjadi penasihat langsung Presiden AS saat ini, Donald Trump, dan biografinya merupakan contoh yang sangat baik dari semua kekejaman dunia pasar saham.

Carl Icahn lahir pada tahun 1936 di Brooklyn. Keluarga calon pengusaha keuangan ini berasal dari kelas menengah: ibunya adalah seorang guru sekolah negeri biasa, dan ayahnya bermimpi tentang karier opera, tetapi akhirnya hanya menjadi seorang penyanyi.

Saluran Telegram kami tentang investasi di Polandia dan banyak lagi:
cari tahu berapa banyak yang bisa Anda hasilkan

Icahn menghabiskan masa kecilnya di sudut Queens, New York City yang rawan kejahatan. Kehidupan jalanan pada masa itu menanamkan kebiasaan untuk melindungi diri sendiri di atas segalanya, sehingga ia menghabiskan tahun-tahun awalnya dengan tinju dan olahraga.

Perlu dicatat bahwa paman Karl, yang merupakan orang yang sangat kaya dan berpengaruh di dunia keuangan, meninggalkan jejak yang besar dalam hidupnya.

Uang pertama. Belajar

Saat masih bersekolah, Karl bekerja paruh waktu di sebuah klub pantai setempat, melayani orang-orang kaya dan berpengaruh. Dia sering melihat orang kaya bermain poker dengan jumlah uang yang besar, dan secara alami menjadi tertarik dengan permainan itu sendiri.

Suatu hari, saat menonton para pemain, ia mulai menyadari bahwa ia dapat dengan mudah mengalahkan mereka, dan itulah yang ia lakukan, menghasilkan seribu dolar pertamanya.

Seribu uang pertama yang diperoleh Karl tidak disia-siakan, melainkan menjadi dasar untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.

Dengan demikian, uang yang ia peroleh mampu membiayai studinya di Universitas Pristan, tempat ia akhirnya masuk Fakultas Filsafat dan berhasil meraih gelar sarjana.  

Setelah menerima gelar sarjana filsafat, ibunya membujuknya untuk mendaftar di sekolah kedokteran di Universitas New York, tetapi setelah hanya dua tahun belajar, Icahn berhenti dan bergabung dengan tentara.

Karier pedagang

Setelah kembali dari dinas militer, pamannya yang berpengaruh, Schnell, berhasil mendapatkan pekerjaan bagi Icahn di Dreyfus and Company sebagai pialang, di mana tugas utamanya hanyalah menyelesaikan transaksi klien.

Setelah memenangkan empat ribu dolar lagi dalam permainan poker, ia berhasil menginvestasikan uangnya di saham dan menghasilkan 30 ribu dolar pertamanya di bursa saham.
 
Langkah selanjutnya dalam kariernya adalah posisi di Tessel Patrick and Company, tempat ia memperdagangkan opsi, dan kemudian di Gruntal, tempat ia dan mitranya menciptakan departemen opsi dan menghasilkan uang dengan melakukan hedging.

Memiliki Bisnis Sendiri: Langkah-Langkah Awal dalam Mengambil Alih Akuisisi Perusahaan

Carl Icahn tidak berencana bekerja untuk majikan dalam waktu lama dan jelas membayangkan dirinya memulai bisnisnya sendiri. Namun, ia tidak memiliki $400.000 untuk membeli tempat di bursa saham, jadi sekali lagi ia meminta bantuan pamannya.

Schnell melihat kecerdasan Carl dan dengan cepat menyediakan uang untuk mendapatkan saham dalam bisnis tersebut, yang menghasilkan berdirinya Icahn & Company.


Prinsip kerja Carl Icahn sangat keras dan tanpa ampun. Dengan dukungan investor dan sumber daya pinjaman yang besar, Icahn akan memperoleh saham mayoritas di perusahaan pilihannya dan mulai memeras para pemegang saham.

Hampir semua keputusan pemegang saham diblokir, dan Icahn memainkan permainan yang sangat keras yang merugikan perusahaan sehingga hampir semua pemegang saham tidak tahan dan membeli kembali sahamnya dengan harga yang sangat tinggi, hanya untuk menyingkirkannya.

Perusahaan-perusahaan seperti Trans World Airlines, Viacom, General Motors, Motorola, Yahoo, dan Herbalife jatuh di bawah kendali Icahn.

Selain itu, dalam sebuah wawancara, Carl Icahn secara khusus mengatakan bahwa saham Apple undervalued dan bahwa ia membeli saham secara besar-besaran, setelah itu, selama satu sesi perdagangan, harganya melonjak lebih dari empat persen.

Carl Icahn kini telah ditunjuk sebagai penasihat Trump untuk deregulasi bisnis, berkat pengalamannya yang luas di bidang ini. Kekayaan bersih miliarder berusia delapan puluh tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 20 miliar dolar AS.
Templat Joomla oleh a4joomla