Analis Pedagang Roger W. Babson

Roger W. Babson adalah seorang analis pasar saham terkenal yang, melalui perdagangan pribadinya, mampu menghasilkan kekayaan besar dan bahkan bersaing untuk jabatan presiden AS dengan Roosevelt sendiri.

Roger W. Babson adalah seorang pria yang berwawasan luas dan menulis lebih dari dua puluh buku tentang bisnis dan investasi.

Perlu dicatat bahwa Babson adalah orang pertama yang memprediksi jatuhnya pasar saham, dan kombinasi statistik serta hukum fisika yang digunakannya dalam menganalisis aset perdagangan menyebabkan kebingungan dan kesalahpahaman di antara rekan-rekannya.

Meskipun banyak yang mencemooh pendekatannya dan komentarnya tentang krisis keuangan, Babson tidak hanya memperoleh kekayaan tetapi juga otoritas yang sangat besar di dunia keuangan.

Perlu dicatat bahwa Roger W. Babson adalah seorang pencari karier yang luar biasa, yang mungkin memungkinkannya untuk mengukir namanya selamanya dalam sejarah.

Saluran Telegram kami tentang investasi di Polandia dan banyak lagi:
cari tahu berapa banyak yang bisa Anda hasilkan

Roger W. Babson lahir di kota kecil Gloucester, Massachusetts, pada tahun 1875. Berbicara tentang keluarga calon jenius keuangan ini, dapat dikatakan bahwa merekalah yang menanamkan semangat kewirausahaan yang kuat dalam dirinya.

Jadi, pencari nafkah utama keluarga adalah sang ayah, yang menjalankan toko kecil tempat ia menjual bahan tekstil.

Kakek Roger memiliki sebuah pertanian besar. Sejak kecil, Roger memiliki pendekatan yang unik terhadap uang, khususnya, kemampuannya untuk mendapatkan uang dari setiap layanan yang dia berikan.

Jadi, ketika masih kecil, ia membawa ember berisi air dari sumur ke tempat pencucian pakaian setempat, dan untuk itu ia menerima upah berupa uang.

Bocah itu juga menunjukkan kecerdasan kewirausahaan yang luar biasa ketika sirkus datang ke kota. Alih-alih pergi ke sekolah, dia akan datang ke tenda dan, dengan imbalan uang, memberi minum hewan-hewan dan mencoba merawatnya.

Suatu hari, ayahnya mengetahui tentang jiwa wirausaha anaknya dan kebiasaannya bolos sekolah terus-menerus, sehingga sebagai hukuman, ia mengirim anaknya untuk bekerja selama musim panas di pertanian kakeknya.

Namun, bahkan di sini Roger tidak kehilangan akal sehatnya dan alih-alih bekerja keras di ladang, ia pergi ke pinggir jalan dan mulai menjual produk kakeknya, yang ternyata ia lakukan dengan sangat baik.

Pada saat itulah Roger menyadari bahwa menjual produk jauh lebih mudah dan lebih menguntungkan daripada menciptakannya.

Pendidikan.

Ayah Roger membayangkan putranya sebagai seorang insinyur yang hebat, jadi ketika memilih universitas, ia bersikeras agar Roger kuliah di Universitas Massachusetts dengan jurusan teknik. Meskipun tidak melihat dirinya di bidang itu, Roger mendengarkan ayahnya dan mendaftar di jurusan tersebut.

Pada saat itu, universitas tersebut sangat lemah, tetapi hal ini tidak menghentikannya untuk menjalin hubungan yang sangat baik dengan dekan fakultas dan membujuknya untuk meluncurkan kursus baru yang berkaitan dengan penciptaan bisnis dan aktualisasi diri.

Selanjutnya, mata kuliah yang diusulkan tersebut tidak hanya berkembang, tetapi juga menjadi program studi terpisah di universitas tersebut.

Pekerjaan.

Setelah lulus pada tahun 1898, Roger W. Babson, alih-alih mengejar karier di bidang teknik, malah mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai bank. Kariernya di bank berkembang pesat karena ia menemukan pekerjaan yang sangat cocok untuknya.

Setelah bekerja sebentar sebagai juru tulis, Roger menunjukkan bakat dalam memprediksi dan menjadi kepala departemen perdagangan sekuritas, saham, dan obligasi.

Sayangnya, Roger jatuh sakit parah karena tuberkulosis, sehingga ia harus melupakan impiannya untuk bekerja di kantor selamanya.

Bisnis.

Alih-alih patah semangat, ia mendirikan perusahaannya sendiri dari rumah, yang berfokus pada pemilihan saham dan sekuritas berdasarkan analisis statistik. Perusahaan tersebut kemudian sebagian diakuisisi, sehingga pemiliknya memperoleh kekayaan yang cukup besar.

Pada akhir tahun 1920, Roger W. Babson menyampaikan pidato di sebuah konferensi publik di mana ia dengan berani menyatakan bahwa pasar saham akan jatuh dan saham-saham yang paling stabil pun akan mengalami penurunan signifikan.  

Alih-alih mengakumulasi saham, Roger mendesak mereka untuk segera menjualnya dan beli emasyang harganya akan tumbuh signifikan sebagai aset paling populer untuk diversifikasi risiko.

Meskipun tidak semua orang menerima pidatonya, setelah beberapa waktu pasar runtuh dan mereka yang mendengarkannya mampu menghasilkan kekayaan besar, seperti Roger W. Babson sendiri.

Pedagang dan analis brilian itu meninggal pada tanggal 5 Maret 1967 sebagai seorang duda.
Templat Joomla oleh a4joomla