Trader Bill Lipschitz: Arsitek yang Menaklukkan Pasar Forex
Setidaknya sekali seumur hidup, setiap orang mendapatkan kesempatan besar untuk keluar dari situasi sulit. Kemajuan karier yang tak terduga, tawaran bisnis, atau bahkan warisan mendadak dari kerabat—semua peluang ini dapat diubah menjadi kemakmuran di masa depan.
Namun, sayangnya, tidak semua orang dapat mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan ini, dan jika kita berbicara tentang warisan, kebanyakan orang memandangnya sebagai uang mudah yang dengan cepat diberikan oleh siapa pun.
Kisah sukses Bill Lipschitz unik karena pria yang masih sangat muda ini, yang sama sekali tidak terlibat dalam pasar saham, tidak hanya mampu mempertahankan warisannya tetapi juga menggunakannya sebagai batu loncatan untuk kemajuan kariernya di masa depan.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari kisah sukses salah satu manajer paling brilian yang menaklukkan pasar forex.
Jenius masa depan pasar forex ini lahir di New York pada tahun 1956. Sejak kecil, Bill memiliki kecintaan pada ilmu pasti, terutama matematika, sehingga banyak guru meramalkan masa depan yang sangat sukses baginya.
Studi. Pengantar bursa saham
Setelah lulus sekolah, Bill membayangkan dirinya sebagai seorang arsitek yang merancang bangunan budaya baru untuk kotanya.
Untuk mewujudkan rencananya, ia berhasil mendaftar di program arsitektur Universitas Cornell. Namun, serangkaian keadaan sangat memengaruhi masa depan Bill sehingga, sebagai mahasiswa, ia meninggalkan arsitektur sama sekali dan fokus sepenuhnya pada pasar saham.
Perkenalannya dengan pasar saham sepenuhnya terjadi secara kebetulan dan, sayangnya, berakhir pahit. Neneknya yang tercinta, setelah meninggal, meninggalkan wasiat yang menetapkan saham sebagai pokok, bukan properti atau uang tunai di rekening.
Sepanjang hidupnya, neneknya berinvestasi di lebih dari 100 perusahaan berbeda, tetapi penekanannya bukan pada volume, melainkan pada jumlah perusahaan.
Dengan demikian, setelah menerima sejumlah saham, Bill Lipschitz tidak dapat menjual aset tersebut untuk waktu yang sangat lama, dan ketika akhirnya berhasil, hasil penjualannya mencapai lebih dari 12 ribu dolar.
Saat menjual saham itulah Bill mempelajari seluk-beluk pasar saham dan benar-benar tertarik pada investasi. Setelah membaca puluhan buku tentang pasar saham, Bill terus berinvestasi di saham, dan tak lama kemudian uangnya sebesar $12.000 telah bertambah menjadi $250.000.
Karir profesional sebagai seorang trader
Saat kuliah, Bill bertemu dengan calon istrinya, yang bekerja untuk ekonom sukses Henry Kaufman.
Setelah memperkenalkan mereka, Kaufman terkesan dengan kinerja perdagangan Bill dan menawarkannya program magang/pelatihan dalam perdagangan sekuritas bank (terutama sekuritas utang), yang berhasil diselesaikannya.
Setelah menyelesaikan masa magangnya, Bill menerima tawaran dari Solomon Brothers Bank, yang tentu saja langsung dimanfaatkan oleh trader muda tersebut.
Perlu dicatat bahwa kariernya di Solomon Brothers berkembang pesat, dan ketika bank memutuskan untuk membuka departemen perdagangan valuta asing, Bill menjadi kandidat utama untuk memimpinnya.
Manajemen bank tersebut tepat sasaran, dan hanya dua tahun setelah pengangkatannya, Bill Lipshitz berhasil membawa keuntungan lebih dari 300 juta dolar AS bagi bank tersebut.

Setelah menunjukkan hasil yang sangat baik, Bill menerima semakin banyak tawaran dari berbagai perusahaan, dan pada tahun 1990 ia memutuskan untuk meninggalkan Solomon Brothers untuk memimpin salah satu dana dari Merrill Lynch Corporation, karena ia ditawari posisi presiden dan gaji yang sangat besar.
Namun, Lipschitz hanya bertahan setahun di pekerjaan barunya dan mendirikan perusahaannya sendiri, Rowayton Capital Management, yang beroperasi dengan sukses hingga tahun 1995.
Pada tahun 1995, Bill dan teman kuliahnya mendirikan Hathersage Capital Management, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan spekulatif di pasar forex.
Rata-rata, pengembalian tahunan perusahaan berada pada level 70 persen per tahun, sesuatu yang hampir tidak dapat diberikan oleh hedge fund mana pun yang berurusan dengan saham dan sekuritas.
Saat ini perusahaan mengelola lebih dari satu miliar dolar, dan pada tahun 2017, hedge fund ini diakui sebagai hedge fund mata uang terbaik oleh Hedgeweek.

