Pengurasan deposito dan cara mencegahnya
Untuk alasan yang tidak diketahui, masalah kehilangan deposit mulai mengkhawatirkan para pedagang hanya setelah perdagangan yang merugi ditutup atas inisiatif broker dan praktis tidak ada dana tersisa di akun.
Jika ini sudah terjadi, tidak mungkin memperbaiki keadaan, jadi lebih baik hindari momen seperti itu.
Pengurasan deposit adalah hilangnya hampir seluruh jumlah di rekening trader, ketika paling banter 10-20 persen dari jumlah awal tersisa di neraca.
Mungkin ada beberapa alasan untuk fenomena ini, serta cara untuk mencegah hal ini terjadi; selanjutnya dalam teks ini kami akan membahas langkah-langkah utama untuk menghemat dana Anda.
Alasan kehilangan deposit di Forex.
1. Kelalaian sederhana – setelah membuka posisi trading, Anda membiarkannya tanpa pengawasan untuk sementara waktu, dan setelah kembali ke terminal trading, Anda menemukan bahwa posisi trading telah ditutup oleh broker melalui stop-out. Besarnya stop-out biasanya ditentukan dalam ketentuan trading dan berkisar antara 10 hingga 30 persen, yang merupakan jumlah maksimal yang akan tersisa di akun Anda.
Ada dua opsi asuransi: selalu memasang stop-loss, meskipun Anda mengendalikan order yang terbuka, atau membuka posisi trading dengan jaminan maksimal.
Meskipun stop-loss sudah jelas, dalam kasus yang terakhir, Anda hanya perlu menghindari penggunaan leverage tinggi dan melakukan trading dalam volume yang wajar relatif terhadap deposit Anda. Tingkat jaminan posisi trading Anda saat membuka posisi tidak boleh lebih rendah dari 700%, dan sederhananya, pergerakan satu poin tidak boleh lebih dari 0,1% dari deposit Anda. Dalam hal ini, meskipun order bergerak 100 poin melawan order awal Anda, Anda tidak akan kehilangan lebih dari 10% dana Anda.
2. Keserakahan – trading secara maksimal, menggunakan leverage 1:100 atau lebih tinggi, cukup sulit dikelola, dan kesalahan sekecil apa pun dapat langsung mengakibatkan kerugian besar. Anda mungkin tidak menutup posisi trading tepat waktu, dan pergerakan harga yang tajam dapat menghapus seluruh deposit Anda.
Hanya ada satu solusi: gunakan leverage tidak lebih dari 1:50 saat trading. Ini akan membuat posisi Anda lebih aman dan mudah dikelola.
3. Aspek psikologis : Anda tidak bisa memaksa diri untuk menutup order yang merugi; Anda merasa harga akan bergerak ke arah yang benar lagi. Dan begitu kerugian Anda mencapai 50%, Anda akan semakin enggan untuk menutup trading, berharap dapat memulihkan kerugian Anda.
Tekanan psikologis adalah alasan utama mengapa sebagian besar trader kehilangan deposit mereka di Forex.
Hanya strategi yang jelas untuk mengelola keuntungan dan kerugian yang akan membantu Anda mengatasi tekanan pasar, misalnya, menutup perdagangan yang merugi setiap kali total kerugian melebihi 5% dari saldo Anda.
4. Penipuan broker – meskipun jarang terjadi, hal ini memang terjadi. Dalam kasus ini, order stop atau order tertunda untuk membuka perdagangan lawan (penguncian posisi) biasanya tidak dipicu.
Satu-satunya cara untuk mencegah situasi ini adalah dengan memilih broker yang tepat. Sebaiknya hindari trading dengan perusahaan yang bertindak sebagai pihak lain dalam transaksi, seperti yang disebut Forex kitchen. Kerugian mereka adalah keuntungan trader, dan mereka tentu saja tidak tertarik untuk membiarkan trader mendapatkan keuntungan.
Begitu Anda menyadari adanya transaksi curang, segera ganti broker Anda dan tarik uang Anda.
Saya harap tips ini akan membantu Anda menghindari kehilangan deposit saat trading Forex. Saya hanya kehilangan deposit pertama saya, yang menjadi pelajaran berharga untuk masa depan.

