Apa yang memengaruhi nilai tukar franc Swiss?
Franc Swiss adalah salah satu mata uang dunia yang paling populer, dan berada di peringkat ke-6 dalam hal volume perdagangan (setelah USD, EUR, JPY, GBP, dan CNY).

Saat ini, pangsa franc Swiss dalam perputaran valuta asing sekitar 6,5%, yang merupakan angka signifikan mengingat skala pasar mata uang.
Selama lima tahun terakhir, franc Swiss telah menguat secara signifikan terhadap mata uang global seperti dolar dan euro. Perubahan ini mencapai 14% terhadap dolar AS dan 16% terhadap euro.
Namun, nilai tukar tidak selalu bergerak naik; harga secara berkala mengalami koreksi , jadi jika Anda ingin membeli atau menjual franc Swiss dengan harga paling menguntungkan, Anda perlu mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar franc Swiss.
Faktor-faktor utama yang memengaruhi nilai tukar franc Swiss
Pertama, mari kita lihat faktor-faktor yang menyebabkan nilai tukar naik terhadap mata uang lainnya.
Ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik . Semakin buruk situasi ekonomi global dan semakin banyak perang, semakin cepat nilai franc menguat.

Bukan tanpa alasan mata uang ini, bersama dengan emas, disebut sebagai aset aman; franc Swiss dibeli untuk melindungi modal, bukan untuk menghasilkan uang.
Artinya, semakin buruk beritanya, semakin tinggi nilai tukar franc dan semakin banyak alasan untuk membelinya.
Pertumbuhan ekonomi Swiss – indikator ekonomi positif di Swiss mendorong permintaan terhadap mata uang Swiss. Berita seperti ini biasanya dipublikasikan dalam kalender ekonomi .
Surplus perdagangan, yaitu ketika suatu negara mengekspor lebih banyak barang daripada yang dibelinya sendiri, juga memainkan peran penting di sini.
Semua faktor yang memperkuat franc:
| Faktor | Pengaruh |
| Krisis dan ketidakstabilan global | Meningkatnya permintaan akan tempat perlindungan yang aman |
| Ekspor tinggi dan surplus perdagangan | Arus masuk mata uang asing yang terus-menerus ke negara tersebut |
| Membeli franc sebagai aset aman | Meningkatnya permintaan dari dana investasi dan bank sentral |
| Euro melemah | Investor mengalihkan investasi dari euro ke franc Swiss |
| Tidak ada intervensi SNB | Pasar itu sendiri yang mendorong nilai franc naik |
Fakta-fakta yang menurunkan nilai franc
Stabilitas ekonomi global – ketika situasi stabil, investor lebih memilih untuk menginvestasikan modal pada pilihan investasi yang lebih menguntungkan.

Berakhirnya konflik militer dan pertumbuhan ekonomi menyebabkan melemahnya franc Swiss terhadap mata uang utama dunia.
Sebagai contoh, berakhirnya perang di Ukraina akan menyebabkan peningkatan pasokan mata uang Swiss, yang berarti franc Swiss akan mulai melemah.
Intervensi bank nasional - ketika franc menjadi terlalu kuat, Bank Nasional Swiss memasuki pasar dan mulai menjual franc secara massal.
Pasokan franc Swiss yang besar di pasar valuta asing menekan harga dan nilai tukar turun secara signifikan.
Semua faktor yang melemahkan franc:
| Faktor | Pengaruh |
| Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global | Menurunnya permintaan terhadap mata uang safe-haven |
| Intervensi SNB | Pelemahan franc secara artifisial |
| Taruhan besar di AS dan Uni Eropa | Arus keluar modal dari Swiss |
| Meningkatnya selera risiko | Investor beralih ke saham dan mata uang kripto |
| Penurunan volume ekspor | Arus masuk mata uang asing ke negara tersebut lebih rendah |
Kesimpulannya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Franc Swiss menguat ketika ketidakpastian global meningkat dan investor berupaya melindungi modal mereka. Mata uang ini menguat karena krisis, ekspor, dan reputasinya sebagai mata uang yang dapat diandalkan. Pelemahan hanya mungkin terjadi dengan ekonomi global yang tenang dan intervensi aktif dari Bank Sentral Swiss.

