Apa itu durasi obligasi secara sederhana?

Bila berbicara mengenai obligasi, parameter yang paling sering disebutkan adalah hasil dan jatuh tempo.

durasi obligasi

Tetapi investor memiliki alat penting lain untuk membantu mereka menilai risiko dan sensitivitas suatu sekuritas terhadap perubahan suku bunga: durasi.

Sekilas, istilah ini terdengar rumit dan lebih cocok untuk buku teks keuangan akademis.

Namun, jika dipikir-pikir, durasi hanyalah cara untuk mengukur seberapa cepat investor akan mendapatkan kembali uangnya dan bagaimana harga obligasi akan berubah jika suku bunga pasar naik atau turun.

 

Definisi durasi

Durasi adalah rata-rata tertimbang untuk pengembalian dana yang diinvestasikan dalam obligasi, dengan memperhitungkan semua pembayaran di masa mendatang (pembayaran kupon dan pembayaran kembali nilai nominal). Sederhananya, angka ini menunjukkan berapa tahun yang dibutuhkan investor "rata-rata" untuk mendapatkan kembali uang yang diinvestasikannya.

durasi obligasi dengan kata-kata sederhana

Misalnya, jika obligasi tanpa kupon (yang disebut obligasi diskonto) jatuh tempo dalam 3 tahun, maka durasinya adalah 3 tahun. Jika surat utang tersebut memiliki pembayaran kupon secara teratur, investor akan menerima sebagian uang lebih awal, dan durasinya akan lebih pendek daripada jangka waktu hingga jatuh tempo, misalnya, 2,4 tahun.

Cara menghitung durasi obligasi

Sekilas, rumus durasi terlihat rumit, tetapi jika Anda menjelaskannya langkah demi langkah, semuanya menjadi jelas.

Rumusnya terlihat seperti ini:

D=(CFT×T/(1+R)T)(CFT/(1+R)T)D = \frac{\jumlah (CF_t \kali t / (1+r)^t)}{\jumlah (CF_t / (1+r)^t)}

Di mana:

  • CF_t — arus kas pada waktu t (penebusan kupon atau nilai nominal),

  • t — nomor tahun (atau periode),

  • r adalah tingkat diskonto (hasil pasar obligasi saat ini),

  • D —durasi dalam tahun.

Secara sederhana, kami mengambil semua pembayaran obligasi di masa mendatang, "memberi bobot" pada pembayaran tersebut dari waktu ke waktu terhadap nilai saat ini, lalu membaginya dengan harga obligasi.

Contoh langkah demi langkah

Bayangkan sebuah obligasi dengan 1000 , jangka waktu 3 tahun, dan kupon 10% per tahun . Ini berarti investor menerima:

  • di akhir tahun ke 1: 100,

  • di akhir tahun ke-2: 100,

  • pada akhir tahun ke-3: 100 + 1000 (kembalinya nilai nominal).

Jika tingkat diskonto sama dengan kupon (10%), maka harga obligasi = 1000. Sekarang kita hitung durasinya:

  1. Kami mengalikan setiap pembayaran dengan waktu penerimaan pembayaran:

    • 100 × 1 = 100

    • 100 × 2 = 200

    • 1100 × 3 = 3300

  2. Kita bawa ke nilai saat ini (bagi dengan (1+0.1)^t):

    • 100 / 1,1 ≈ 90,9

    • 200 / 1,1² ≈ 165,3

    • 3300 / 1,1³ ≈ 2478,9

  3. Jumlahkan dan bagi dengan harga obligasi (1000):

    D(90,9+165,3+2478,9)/1000=2,73bertahun-tahunD ≈ (90,9 + 165,3 + 2478,9) / 1000 = 2,73 tahun

Artinya, durasi obligasi ini sekitar 2,7 tahun , yang lebih pendek dari jatuh temponya (3 tahun), karena sebagian uangnya dikembalikan lebih awal melalui kupon.

Apa tujuan durasi obligasi?

  1. Menilai risiko perubahan suku bunga.

Kegunaan utama durasi adalah untuk mengukur seberapa besar harga obligasi akan berubah ketika suku bunga pasar berubah. Aturan praktisnya adalah semakin tinggi durasinya, semakin sensitif sekuritas tersebut terhadap perubahan imbal hasil.

  1. Perbandingan berbagai obligasi.

Durasi membantu membandingkan sekuritas dengan jatuh tempo dan pembayaran kupon yang berbeda. Hal ini terutama penting jika investor sedang membangun portofolio obligasi dan ingin memahami sensitivitasnya terhadap suku bunga.

  1. Manajemen portofolio.

Investor institusional (dana, bank) menggunakan durasi untuk menyeimbangkan aset dan liabilitas. Misalnya, jika bank memiliki liabilitas selama 5 tahun, bank akan memilih aset dengan durasi yang sama untuk mengurangi risiko.

Aturan sederhana yang perlu diingat

Anda dapat menganggap durasi sebagai "bandul sensitivitas":

  • Durasi 2 tahun berarti jika suku bunga naik sebesar 1%, harga obligasi akan turun sekitar 2%.
  • Durasi 7 tahun - penurunan sekitar 7% dengan perubahan suku bunga yang sama.

Ini bukan rumus yang tepat, melainkan aturan yang disederhanakan, tetapi sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Nama obligasiWaktu menuju kedewasaanTingkat kuponLamanyaKomentar
Obligasi A 3 tahun Tidak ada kupon 3,0 tahun Investor menerima seluruh jumlah hanya pada akhir jangka waktu.
Obligasi B 5 tahun 10% per tahun ≈ 4,0 tahun Pengembalian cepat sebagian investasi karena kupon besar
Obligasi C 5 tahun 2% per tahun ≈ 4,8 tahun Sebagian besar dana dikembalikan mendekati jatuh tempo.

Mengapa investor swasta membutuhkan ini?

Banyak investor pemula berpikir bahwa hal utama adalah memilih obligasi dengan imbal hasil yang baik. Namun, investor berpengalaman selalu memperhatikan durasi. Hal ini menunjukkan betapa berisikonya memegang obligasi mengingat potensi perubahan ekonomi.

Jika Anda memperkirakan suku bunga akan naik, lebih baik memilih sekuritas dengan durasi pendek. Sebaliknya, jika suku bunga akan turun, durasi yang panjang akan memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan lebih besar dari kenaikan harga.

Durasi obligasi bukanlah rumus yang rumit bagi pemodal, tetapi alat praktis yang membantu Anda memahami kapan tepatnya uang Anda akan dikembalikan dan berapa besar harga akan berubah seiring fluktuasi suku bunga.

Bagi investor, ini berarti: semakin tinggi durasinya, semakin besar risiko dan potensi imbal hasil; semakin rendah durasinya, semakin stabil investasinya. Memahami indikator ini membuat investasi obligasi lebih berhati-hati dan membantu menghindari kejutan yang tidak menyenangkan.

Templat Joomla oleh a4joomla