Tactica Adversa. 

Tactica Adversa adalah arah yang relatif baru di bidang analisis grafis, dan pendekatan ini telah berkembang sejak awal tahun 2000-an.

Jika Anda mulai mencari di Google dan mencoba menemukan informasi bermanfaat tentang strategi, Anda mungkin akan menemukan sejumlah kata-kata rumit tentang esoterisme dan poin-poin sakral, serta berbagai macam ungkapan dalam semangat ini.

Perlu dicatat bahwa penjelasan penulis tentang strategi tersebut sangat rumit dan mistis sehingga setelah membaca beberapa paragraf, orang waras mana pun akan menutup buku tersebut.

Mungkin pendekatan ini telah menjadi sesuatu yang ketinggalan zaman, dan para trader telah kehilangan minat padanya karena penjelasan yang tidak jelas dan terkadang tidak logis, sementara algoritma tindakan yang jelas untuk seorang trader sudah tidak mungkin lagi.

Namun, terlepas dari penjelasan penulis yang berlebihan tentang teknik tersebut, teknik ini sebenarnya hanya didasarkan pada dua pola sederhana yang mungkin juga telah Anda amati berulang kali pada grafik.

Saluran Telegram kami tentang investasi di Polandia dan banyak lagi:
cari tahu berapa banyak yang bisa Anda hasilkan

Taktik Adversa
– merupakan semacam perpaduan antara teori gelombang dan garis tren sederhana yang dapat secara jelas menunjukkan perkembangan harga lebih lanjut dalam jangka pendek.

Taktik itu sendiri dan pola-polanya dapat diterapkan pada semua jenis aset dan pasangan mata uang. Perlu juga dicatat bahwa taktik Adversa adalah strategi tanpa indikator, hanya membutuhkan grafik candlestick dan garis tren.  

Tactica Adversa dapat digunakan pada apa saja jangka waktu.

Pola dalam Taktik Adversa. Konstruksi

Taktik Adversa didasarkan pada dua pola yang disebut "Ekspansi" dan "Daya Tarik". Untuk membangunnya, Anda memerlukan dua garis tren dan empat titik ekstrem tergantung pada arah tren.

Perlu dicatat bahwa nilai ekstrem (minimum dan maksimum lokal) ditentukan secara visual, tetapi jika Anda kesulitan menentukannya, Anda dapat menggunakan alat yang luar biasa ini indikator seperti Zig-Zag.

Pola Ekspansi

Pola Ekspansi dibangun berdasarkan empat poin, dan pembangunannya terjadi seiring perkembangan situasi pasar.

Ada dua pilihan untuk membangun model ini: satu untuk pasar bullish dan satu untuk pasar bearish. Jadi, mari kita lihat prinsip-prinsip umum pembangunannya dan beberapa pilihan penerapannya.

Untuk tren naik, kita temukan dua titik terendah lokal yang berurutan dan gambarkan garis tren naik melalui kedua titik tersebut. Titik tertinggi seharusnya terletak di antara kedua titik terendah tersebut.

Dengan demikian, pola kita akan terdiri dari titik 1-2-3. Kemudian kita menunggu terbentuknya maksimum baru, yang seharusnya lebih tinggi dari titik 3 dan membentuk titik ekstrem baru yaitu titik 4. Kita menggambar garis tren melalui titik 2 dan 4 (menghubungkan kedua maksimum lokal).

Dengan demikian, kita memperoleh dua garis tren yang melebar. Setelah harga menyentuh garis tren bawah dan membentuk titik terendah ketiga (titik 5), posisi beli dibuka dengan target titik tertinggi lokal yang terbentuk sebelumnya di titik 4. Penembusan titik ini membuka jalan menuju garis tren yang berlawanan (titik 6). Contoh:


Jika pasar sedang turun, kita menggambar garis tren di sepanjang dua titik tertinggi yang menurun secara berurutan, dengan titik terendah lokal di antaranya, yang menciptakan pola 1-2-3 tiga titik.

Kemudian tunggu hingga harga membentuk titik terendah baru (titik 4). Gambarlah garis tren melalui titik 2 dan 4, yang akan menciptakan tampilan dua garis tren yang saling menjauh (saluran yang melebar).

Setelah harga memantul dari titik 4 dan membentuk titik tertinggi lokal ketiga (titik 5), buka posisi jual dengan target titik 4, lalu garis tren berlawanan (titik 6). Contoh:

 
Pola Daya Tarik

Jika pola yang kita lihat di atas memungkinkan Anda menemukan titik masuk yang jelas ke pasar, maka berkat pola "Attraction" Anda dapat melihat titik akhir tren yang mungkin terjadi.

Pola Attraction cukup langka, tetapi muncul baik di pasar bullish maupun bearish.

Untuk membuat pola "Attraction" pada pasar bearish, Anda memerlukan setidaknya empat titik. Pertama, gambarlah garis tren melalui dua titik ekstrem yang menurun. Titik terendah yang kuat akan terbentuk di antara dua titik tertinggi lokal yang menurun, sehingga menciptakan pola 1-2-3.

Kemudian kita tunggu munculnya minimum lokal yang kuat yang baru, yang akan terjadi sebagai hasil dari pemantulan dari garis tren atas. Hubungkan kedua titik terendah yang menurun dengan garis tren.

Pada akhirnya, Anda akan mendapatkan semacam segitiga, dan titik perpotongan garis tren tersebut adalah "Titik Suci menurut Tren Negatif", di dekatnya Anda harus mengharapkan berakhirnya tren. Contoh:

 
Untuk membangun pola "Attraction" di pasar bullish, kondisinya harus benar-benar berlawanan, yaitu garis pertama ditarik melalui dua titik minimum lokal, sedangkan garis kedua ditarik melalui dua titik maksimum lokal.

Kesimpulannya, perlu dicatat bahwa taktik Adversa dirancang terutama untuk trader berpengalaman, mengingat Anda harus memiliki pengalaman bekerja dengan garis tren, saluran, dan juga dengan garis support dan resistance.

Kelemahan dari taktik ini adalah subjektivitas penerapannya, yaitu, setiap trader, tergantung pada pengalaman mereka, dapat menemukan dan mendefinisikan titik ekstrem pada grafik secara berbeda.
Templat Joomla oleh a4joomla