Tingkat resistensi.
Salah satu konsep terpenting yang digunakan dalam analisis teknikal di Forex adalah resistensi. Indikator ini mendasari banyak strategi perdagangan dan banyak digunakan dalam perdagangan saham.
Level resistensi (resistance level) adalah titik atau garis pada grafik pasangan mata uang yang mencirikan nilai harga maksimum untuk periode waktu tertentu, yang setelah mencapai titik tersebut tren akan berbalik.
Semakin lama harga gagal menembus level ini, semakin signifikan hal tersebut dianggap, dan kemungkinan terjadinya penembusan meningkat, setelah itu tren akan terus bergerak ke atas.
Opsi tingkat resistensi.
1. Poin – dalam hal ini, indikator harga maksimum (maksimum) pada periode pelaporan atau periode waktu sebelumnya digunakan sebagai nilai level maksimum.

Sebagai contoh, harga tertinggi pasangan mata uang EURUSD pada hari sebelumnya adalah 1,3000. Hari ini, harga bergerak dalam kisaran 1,2940 hingga 1,2990. Namun, nilai kemarin sebesar 1,3000 dolar per euro dianggap sebagai level resistensi yang lebih signifikan.
Oleh karena itu, saat menempatkan order breakout tertunda, lebih masuk akal untuk menentukan nilai pemicunya dalam kisaran 1,3000 - 1,3020 dolar per euro.
2. Garis resistensi – memungkinkan penilaian yang lebih lengkap terhadap dinamika tren, tetapi setidaknya dua titik tertinggi yang signifikan digunakan untuk membangunnya.
Garis ini juga dapat menggambarkan arah tren saat ini pada kerangka waktu kerja. Memperpanjangnya melampaui nilai harga saat ini mengungkapkan potensi pergerakan jangka pendeknya.

Garis resistensi digambarkan menggunakan alat bawaan di terminal trader mana pun.
Setelah terjadi breakout dan harga bergerak lebih tinggi, garis resistensi berubah menjadi garis support.
Strategi perdagangan.
breakout trading adalah strategi utama yang digunakan saat memanfaatkan level resistance. Ini berarti bahwa jika suatu tren belum mampu menembus level harga tertentu dalam waktu lama, maka breakout menunjukkan probabilitas kelanjutan yang tinggi. Aturan ini berfungsi sebagai sinyal untuk membuka posisi Forex baru. Strategi trading ini dijelaskan secara lengkap dalam artikel " Strategi Breakout ".
Pullback trading adalah strategi counter-trend; perdagangan dibuka ketika harga berbalik arah di level resistance dan mulai bergerak ke bawah. Sebelum memasuki perdagangan, penting untuk menentukan dengan jelas durasi dan keuntungan yang diharapkan, dengan mempertimbangkan level support pada timeframe yang diberikan.

