John Meriwether. Kejatuhan yang Nasib

John Meriwether dianggap sebagai ahli dalam lindung nilai risiko dan membangun posisi berdasarkan posisi netral, memperoleh keuntungan dari apa yang disebut spread.
Kebetulan, John Meriwether adalah salah satu investor terbesar di sekuritas Rusia, khususnya obligasi utang, yang pada akhirnya menyebabkan kejatuhannya setelah gagal bayar yang terkenal di dunia pada tahun 1998.
Ia mengelola miliaran dolar, dan timnya termasuk para matematikawan dan ekonom terbaik, yang memungkinkan John untuk tetap berada di puncak kejayaan untuk waktu yang sangat lama.
Peran Awal Seorang Bintang Wall Street Masa Depan:
John lahir pada tahun 1947 di Chicago. Sejak kecil, John adalah seorang pemuda yang sangat cakap, mampu menyelesaikan apa pun yang dia kerjakan hingga tuntas. Dia adalah siswa terbaik di kelasnya, pemain golf yang handal, dan seorang cendekiawan yang bersemangat.
Perlu dicatat bahwa John Meriwether adalah seorang penjudi sejak kecil, yang memainkan peran penting dalam perkembangan kariernya sebagai seorang pedagang di masa depan.
Perubahan radikal
John Meriwether adalah seorang pemuda yang sangat ambisius, dan kehidupan dengan gaji seorang guru biasa sama sekali tidak cocok untuknya.
Setelah meraih gelar MBA, peluangnya meningkat secara signifikan, sehingga ia membuat keputusan mendasar untuk berhenti mengajar dan bergabung dengan Salomon Brothers.
Karier John Meriwether di Salomon Brothers berkembang begitu pesat sehingga pada usia 30 tahun ia sudah menjadi manajer senior dan kepala departemen lindung nilai.
Pendekatan unik yang dikembangkan oleh John dan timnya adalah membeli aset yang undervalued dan menjual aset yang overvalued, dengan tingkat leverage yang tinggi di antara keduanya korelasi dan posisi tersebut memiliki risiko minimal, tetapi pada saat yang sama terdapat akumulasi bunga yang tinggi.
Selama bertahun-tahun, John dan timnya telah menghasilkan lebih dari $100 juta untuk perusahaan, sekaligus meraih komisi tertinggi untuk dirinya dan timnya – 15 persen dari keuntungan tim.
Tim dan pengejaran persentase
Pembayaran bonus tahunan sebesar 15 persen untuk setiap trader mendorong beberapa anggota tim untuk melakukan trading yang sangat berisiko tinggi dan tidak terjadwal.
John, setelah mengetahui ulah beberapa pedagang, melaporkannya kepada manajemennya, tetapi karena informasi tersebut bocor ke media, para jurnalis membesar-besarkannya menjadi skandal besar, yang dasarnya adalah manipulasi lelang obligasi pemerintah.
Tekanan publik memaksa Salomon Brothers untuk menyingkirkan sumber penghasilan utama, sehingga John Meriwether dan timnya dipecat.
John Meriwether dan Dana Lindung Nilai Pertama
John menerima pukulan itu dengan bangga dan kemudian mendirikan dananya sendiri, Long-Term Capital Management. Meriweather adalah seorang manajer dan organisator yang sangat berbakat, sehingga dalam waktu singkat, seluruh tim progresif dari Salomon Brothers pindah ke perusahaannya.
Seperti pada pekerjaan sebelumnya, strategi yang digunakan didasarkan pada lindung nilai dan posisi netral, yang terus ditingkatkan oleh para ilmuwan dari timnya.
Dimulai pada tahun 1994, dana tersebut mulai aktif melakukan perdagangan dan pada tahun pertamanya menghasilkan pengembalian yang fenomenal sebesar 43 persen, padahal risiko transaksi belum mencapai angka lima persen.
Profitabilitas yang tinggi menghasilkan popularitas yang besar, dan setelah dua tahun beroperasi dan profitabilitas yang stabil sekitar 40 persen selama tiga tahun, hal itu menyebabkan manajemen mengambil alih kendali
Dana tersebut memiliki lebih dari 7 miliar dolar, dan pada awal tahun 1998 total aset mencapai 120 miliar dolar.
Lonceng peringatan
Pertumbuhan pesat perusahaan, investasi yang berkelanjutan, dan posisi yang kuat secara terus-menerus menyebabkan perusahaan tersebut menguasai seperduapuluh pasar global. John Meriwether aktif berinvestasi di ekonomi Rusia dan membeli surat utang.
Setelah mengumpulkan posisi yang sangat besar, hal yang tak terduga terjadi: gagal bayar di Rusia dan, sebagai akibatnya, moratorium pembayaran utang. Ini adalah pukulan pertama, tetapi bukan yang paling berat.
Kerugian sebesar 300 juta bukanlah masalah bagi perusahaan besar, namun, karena likuiditas yang rendah dan permintaan yang menurun, LTCM tidak mampu menyingkirkan aset yang tidak perlu, dan posisi netral serta perubahan tajam dalam pembayaran pada posisi terbuka hanya menghabiskan uang investor.
Akhir Era Meriwether
Besarnya perputaran posisi terbuka selama keruntuhan perusahaan tidak hanya dapat merugikan investor tetapi juga dapat menjatuhkan seluruh sistem keuangan global. Untuk mencegah hal ini, Federal Reserve AS dan bank-bank besar membeli 90 persen saham LTCM dan menggunakan hasilnya untuk modal kerja, memungkinkan mereka untuk mempertahankan posisi terbuka dan menutupnya dengan kerugian minimal.
Pada tahun 2000, setelah melunasi semua kreditor dan investor, LTCM berhenti beroperasi, dan John Meriwether membuka dana baru 10 tahun kemudian dengan aset sebesar $30 juta, yang memungkinkannya untuk hidup nyaman hingga saat ini.

