Pedagang dan pakar keuangan Laurence Fink, mengelola triliunan dolar.

Bagi banyak pedagang, kesuksesan di pasar keuangan datang begitu tiba-tiba sehingga gelombang kesuksesan tersebut langsung menerbangkan kepala orang beruntung yang memegang jutaan pertama mereka di tangan.


Namun, fenomena yang sama mencengangkannya di Wall Street adalah kisah-kisah kebangkrutan dan bunuh diri, di mana orang-orang, setelah meraup keuntungan besar, tidak mampu mempertahankannya, bahkan sampai bangkrut, dipenjara, atau bahkan bunuh diri.

Kisah-kisah seperti itu jauh lebih banyak daripada kisah sukses yang sebenarnya. Tapi tahukah Anda siapa yang benar-benar langka?

Mereka yang jatuh dari puncak, belajar dari kesalahan mereka, dan bangkit kembali, meskipun mendapat kritik dan kecaman luas dari sesama investor.

Kisah sukses Lawrence Fink adalah salah satu kisah yang layak diajarkan di kelas keuangan universitas mana pun.

Saluran Telegram kami tentang investasi di Polandia dan lainnya:
cari tahu berapa banyak yang bisa Anda peroleh.

Laurence Fink lahir pada tanggal 2 November 1952 di negara bagian California, di pinggiran kota Los Angeles yang terkenal di dunia.

Hal yang paling menarik adalah, tidak seperti banyak pakar pasar saham, dia praktis tidak ada hubungannya dengan dunia pasar saham; tidak ada seorang pun di keluarganya yang terlibat dalam bidang keuangan.

Namun, jiwa kewirausahaan memang ada dalam keluarga Fink, karena ayahnya memiliki toko sepatu kecil.

Ibunya adalah seorang profesor universitas, mengajar bahasa Inggris kepada mahasiswa dan juga memberikan les privat. Secara keseluruhan, ia tumbuh di keluarga Amerika yang sangat biasa.

Meskipun Lawrence mengaku tidak pernah memikirkan karier di bidang keuangan, pilihan pendidikannya justru menunjukkan hal sebaliknya.

Setelah lulus dari sekolah menengah atas, Lawrence Fink mendaftar di Universitas California setempat, tempat ia menerima gelar sarjana pada tahun 1974. Namun, setelah dari UCLA, Lawrence tertarik pada bidang keuangan, sehingga ia mendaftar di UCLA Anderson School, tempat ia menerima gelar MBA.

Perjalanan karier Lawrence Fink

Gelar universitas unggulan dan gelar MBA di bidang keuangan membuka prospek yang sangat baik bagi pemuda itu di Wall Street, yang langsung ia manfaatkan.

Pekerjaan pertamanya adalah di bank investasi First Boston, di mana Lawrence Fink yang masih sangat muda dipercayakan untuk memperdagangkan pendapatan tetap, khususnya obligasi.

Pada saat itu, pasar, bisa dibilang, lesu dan relatif aman bagi seorang pemula untuk menguji kemampuannya.

Meskipun demikian, Lawrence menunjukkan kemampuan yang luar biasa; setelah tiga tahun, ia diangkat menjadi manajer umum, bertanggung jawab atas perdagangan sekuritas berbasis hipotek.

Inilah yang sekarang kita ketahui tentang gelembung hipotek AS, yang berdampak pada ekonomi global. Saat itu, sekuritas berbasis hipotek masih merupakan hal baru, dan Lawrence Fink adalah pelopornya. Berkat kejeniusannya, First Boston memperoleh laba bersih sebesar $1 miliar.

Lawrence Fink


Tentu saja, dengan keuntungan sebesar itu, Laurence Fink menjadi salah satu tokoh kunci di First Boston; ia bahkan menjadi anggota dewan termuda. Banyak yang memprediksi karier yang sukses untuknya, dan bahkan ada rumor bahwa ia akan menjadi CEO bank tersebut. Namun, mimpinya tidak ditakdirkan untuk menjadi kenyataan.

Pada tahun 1986, Laurence dan departemennya mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai $100 juta.

Tentu saja, talenta muda itu menghadapi serangkaian kritik; tidak hanya manajemen yang mulai mengganggunya, tetapi bawahannya juga menjadi tidak terkendali.

Yang paling menarik, karena Laurence Fink telah membawa perusahaan hampir $1 miliar keuntungan, ia tidak dapat dipecat. Pada saat yang sama, tekanan diberikan kepadanya melalui semua cara legal dan ilegal.

Dana miliknya sendiri.

Pada tahun 1988, bersama dengan tujuh rekannya, Laurence mendirikan BlackRock. Hanya lima tahun kemudian, perusahaan tersebut mengelola sekitar $17 miliar, dan jumlah investor tumbuh secara eksponensial.

Hal ini disebabkan oleh risiko perusahaan yang sangat rendah dan tujuannya untuk menjaga kekayaan investor semaksimal mungkin, daripada terlibat dalam perdagangan agresif.

Pada tahun 1999, BlackRock melakukan penawaran umum perdana (IPO), yang mengakibatkan peningkatan besar baik dalam modal perusahaan maupun investor. Saldo manajemen perusahaan setelah IPO mencapai sekitar $165 miliar.

BlackRock melakukan langkah bersejarah dengan mengakuisisi dan bergabung dengan raksasa seperti Merrill Lynch Investment Managers pada tahun 2006 dan, yang terbaru, dengan Barclays Global Investors.

Penggabungan ini membuka peluang teknologi yang luas dan masuknya modal yang luar biasa, karena perusahaan saat ini mengelola sekitar $5 triliun.

Laurence Fink saat ini secara aktif mencari pengganti untuk memimpin BlackRock setelah kepergiannya. Keputusannya untuk pergi sederhana: ia sangat tertarik pada politik, dan terlebih lagi, ia memiliki pengaruh yang cukup besar di dalam Partai Demokrat.

Template Joomla oleh a4joomla