Mengapa saya mengalami kerugian di bursa saham?
Ini adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh sebagian besar trader setelah transaksi yang gagal dan mengakibatkan kerugian.

Ada banyak alasan mengapa seseorang bisa mengalami kerugian, dan beberapa di antaranya sama sekali tidak bergantung pada kualifikasi dan kualitas pribadi pedagang tersebut.
Hari ini kita akan mencoba membahas apa yang menyebabkan kerugian dalam perdagangan dan bagaimana cara keluar dari situasi tersebut.
Namun sebelum kita mulai membahas topik ini, saya ingin mengatakan bahwa berdagang tanpa mengalami kerugian di bursa saham bukanlah hal yang realistis, kecuali Anda memiliki sumber informasi orang dalam yang baik.
Sekarang mari kita lanjutkan dengan menjawab pertanyaan "Mengapa saya mengalami kerugian di bursa saham?".
Hukum pasar tidak berfungsi, dan pasar dikendalikan oleh para pelaku pasar
Belum lama ini, saya menonton film bagus yang berdasarkan kisah nyata, "Dumb Money," yang dengan sempurna menggambarkan situasi terkini di pasar saham:

Karena saat ini sejumlah besar uang terkonsentrasi di tangan segelintir orang, maka pasar dapat dikendalikan.
Ini berarti bahwa seseorang atau sekelompok orang dapat dengan mudah memengaruhi harga aset yang dipilih, menaikkannya secara berlebihan atau menurunkannya hingga seminimal mungkin.
Ini merupakan kerugian bagi investor jangka panjang yang berharap untuk membeli saham murah dari perusahaan yang menjanjikan dan kemudian memperoleh keuntungan dari kenaikan harga dalam beberapa tahun.
Namun, pelaku pasar memanfaatkan penurunan harga dengan menciptakan sejumlah besar pesanan jual, yang seringkali tidak hanya menyebabkan penurunan harga, tetapi juga kebangkrutan perusahaan.
Dalam situasi ini, hanya ada satu jalan keluar: tinggalkan transaksi jangka panjang dan tiru tindakan para pelaku pasar atau cari aset yang tidak tunduk pada pengaruh semacam itu.
Kurangnya gambaran lengkap tentang pasar
Pergerakan harga tidak selalu mengikuti logika karena kita tidak melihat alasan lengkap dari apa yang terjadi.

Sebagai contoh, muncul berita tentang peningkatan permintaan emas global, tetapi harganya di bursa mulai turun, dan ini semua karena seseorang sedang melakukan short selling dalam volume besar, dan berita tentang pembelian besar tersebut sudah usang.
Sebagian besar investor membuka perdagangan hanya berdasarkan satu sinyal tanpa menggunakan filter tambahan.
Pengambilan keputusan emosional
Anda segera memeriksa harga dan melihat bahwa nilai Bitcoin telah meroket, lalu pergi ke forum, dan semua orang di sana berteriak bahwa Anda perlu membeli.

Tentu saja, Anda melakukan transaksi pembelian tanpa memeriksa apa yang menyebabkan pertumbuhan tersebut dan tanpa melihat apa yang ditunjukkan oleh indikator analisis teknis.
Namun ternyata Anda membuka posisi tepat di garis resistensi dan tren sudah mulai melemah, akibatnya, Anda akan kembali bertanya pada diri sendiri: Mengapa saya merugi di bursa saham?
Berikut beberapa alasan lain mengapa orang mengalami kerugian di bursa saham
Kurangnya pemahaman tentang pasar. Banyak orang memulai trading tanpa pemahaman yang cukup tentang cara kerja pasar dan risiko yang terlibat. Mereka tidak tahu cara menganalisis perusahaan, menilai risiko, atau mengelola modal mereka.
Ketidaksabaran. Kebanyakan pemula ingin cepat kaya di pasar saham. Mereka tidak siap untuk menunggu dengan sabar hingga investasi mereka meningkat nilainya.
Rumor dan manipulasi pasar. Dunia keuangan penuh dengan rumor dan upaya untuk memengaruhi tren. Klaim yang tidak berdasar bahwa Bitcoin akan bernilai satu juta dolar dalam setahun tidak boleh dianggap serius, bahkan jika informasi ini muncul di situs berita yang bereputasi.

