Pola candlestick pembalikan - "Hammer and Hanged Man".
Kedua pola candlestick Jepang yang hampir tidak dapat dibedakan ini telah lama dikenal sebagai indikator pembalikan tren, meskipun
konfirmasi diperlukan untuk perkiraan yang lebih akurat.
Pola Hammer dan Hanging Man memiliki badan yang relatif kecil dan hanya bayangan bawah, yang menunjukkan seberapa jauh harga terendah lebih rendah daripada harga penutupan atau pembukaan, sementara bayangannya beberapa kali lebih besar daripada badan utama.
Bayangan atasnya sama sekali tidak ada, yang berarti harga penutupan (pembukaan) lebih tinggi daripada harga tertinggi untuk jangka waktu tertentu.
Lilin tersebut bisa berupa pola naik atau turun, arah tren jangka pendek sangatlah penting.
Pola hammer muncul ketika pasar sedang dalam tren menurun. Candlestick itu sendiri bersifat bullish. Peristiwa yang terbentuk mengikuti pola ini: awalnya, penjualan meningkat dan harga turun tajam, tetapi kemudian situasinya berbalik dan harga penutupan melebihi harga pembukaan.
Candlestick berikutnya biasanya berfungsi sebagai konfirmasi pembalikan tren; candlestick tersebut seharusnya dibuka dan ditutup pada harga yang lebih tinggi, sehingga mengkonfirmasi dimulainya tren naik .
Pola hanging man terjadi selama tren naik; candlestick ini menunjukkan tren harga menurun, karena harga penutupan gagal naik di atas harga pembukaan, dan periode tersebut .

