Trader Takashi Kotegawa: Strategi dan Rahasia Kesuksesan
Sebagian besar jenius keuangan memulai karier perdagangan mereka sebagai konsultan keuangan di perusahaan besar atau bank.

Namun, Anda dan saya tidak memiliki kesempatan itu, jadi contoh kesuksesan finansial yang lebih menarik bagi orang awam adalah kisah pedagang Jepang, Takashi Kotegawa.
Takashi Kotegawa adalah nama yang menjadi terkenal di dunia perdagangan berkat prestasinya yang luar biasa di pasar saham Jepang.
Berdasarkan informasi yang ada, pedagang Jepang tersebut berhasil meningkatkan modalnya dari $13.000 menjadi $153 juta.
Selain itu, ia melakukan transaksi di bursa secara eksklusif daring dari komputer rumahnya.
Biografi singkat
Investor masa depan ini lahir pada tanggal 5 Maret 1978 di kota Ichikawa, yang terletak di Prefektur Chiba, Jepang.
Hampir tidak ada yang diketahui tentang masa kecil dan masa muda Takashi, kecuali bahwa ia hanya memiliki pendidikan sekolah menengah atas dan bekerja sebagai tenaga penjualan di toko elektronik. Hobi favoritnya adalah bermain video game, dan ia bahkan menjadi juara dalam kategori tertentu.

Karier Kotegawa di pasar saham dimulai pada tahun 2001, ketika ia berusia 23 tahun. Ia mendirikan tempat kerja di rumahnya dan mulai berdagang dengan modal awal $13.600, yang ia tabung sambil bekerja di toko elektronik (atau, menurut sumber lain, toko furnitur).
Strategi Perdagangan, Karier Kotegawa, dan Rahasia Kesuksesannya
Anehnya, rahasia kesuksesan trader ulung ini adalah kesalahan sederhana dari pialangnya, yang salah memasukkan kuotasi, sehingga nilai saham tersebut jauh lebih rendah dari seharusnya hingga beberapa ribu kali lipat.
Akibatnya, Takashi Kotegawa berhasil membeli 7.100 lembar saham J-Com seharga $71, meskipun nilai sebenarnya pada saat itu adalah $6.100 per lembar.
Setelah penjualan saham yang sukses, J-Com berhasil memperoleh pendapatan sebesar 17.000.000 dolar AS.
Jadi, bisa dipastikan bahwa keuntungan utama Takashi bukan berasal dari strategi uniknya, melainkan dari kesalahan seorang broker. Namun, transformasi selanjutnya dari 17 juta menjadi 150 juta selama beberapa tahun juga sama mengesankannya.
Karier Takashi tidak berakhir hanya dengan satu kesepakatan yang sukses; ia terus berdagang di pasar saham dengan jumlah modal yang meningkat.
Ia mengembangkan metodologi perdagangannya sendiri berdasarkan analisis pasar teknis dan menerapkan temuan tersebut pada perdagangan intraday. Kotegawa menghabiskan banyak waktu mempelajari perilaku tren dan mencari pola , terus-menerus menyempurnakan keterampilannya.

Takashi lebih suka melakukan trading pada tren menurun , khususnya koreksi harga, ketika harga mengalami koreksi jangka pendek setelah kenaikan yang kuat. Dia juga sering menggunakan strategi berdasarkan divergensi.
Indikator favorit para trader adalah Bollinger Bands dan Relative Strength Index ( RSI ).
Bukan berarti Takashi Kotegawa secara eksklusif mengambil posisi short; ia lebih suka membeli saham yang harganya 20% di bawah rata-rata pergerakan 25 hari. Dengan kata lain, ia membeli aset yang harganya baru-baru ini turun.
Takashi menyebut kerja keras sebagai fondasi kesuksesannya: "Pola pikir trading yang baik adalah pola pikir pertumbuhan. Dalam konteks trading, ini adalah keyakinan bahwa Anda dapat mengembangkan bakat Anda melalui pembelajaran terus-menerus dan pengembangan rencana trading. Trader yang memahami kebutuhan untuk terus tumbuh dan berkembang mencapai lebih banyak karena mereka memahami bahwa kesuksesan membutuhkan banyak kerja keras.".
Di kalangan pelaku perdagangan, Kotegawa mendapat julukan "Sniper", yang sampai batas tertentu mengisyaratkan keterlibatannya dalam strategi Sniper .
Dia adalah penulis buku yang membagikan rahasia perdagangannya yang berjudul "The Yen Way: Profiting from Japanese Yen Currency Swaps.".
Selama krisis keuangan tahun 2008, Takashi mengalami kerugian yang signifikan, tetapi berhasil memulihkan modalnya.
Broker yang direkomendasikan untuk trading saham intraday - https://time-forex.com/vsebrokery/brokery-fondowogo-rynka
Artikel tentang Takashi Kotegawa di Bloomberg - https://www.bloomberg.com/news

